spot_img

Laba BTN Melonjak 40,8% Jadi Rp2,40 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tembus Rp418 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I-2026. Raihan tersebut meningkat 40,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,70 triliun.

Kinerja positif tersebut diikuti dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun menjadi 2,99% per Juni 2026 dari 3,3% pada semester I-2025.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil transformasi yang dijalankan Perseroan dalam satu dekade terakhir.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” ujar Nixon dalam konferensi pers paparan kinerja per 30 Juni 2026 di Jakarta, Kamis (16/7).

Hingga semester I-2026, BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun. Angka tersebut tumbuh 11,2% dibandingkan Rp376,11 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit ditopang oleh kenaikan kredit perumahan sebesar 4,8% menjadi Rp332,88 triliun dari Rp317,77 triliun. Sementara itu, kredit non-perumahan melonjak 46,1% menjadi Rp85,22 triliun dari Rp58,34 triliun.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi masih menjadi motor utama pertumbuhan pembiayaan perumahan. Penyaluran KPR subsidi meningkat 8,1% menjadi Rp196,96 triliun dari Rp182,17 triliun pada semester I-2025.

Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan sejak Oktober 2025 telah mencapai Rp4,1 triliun per Juni 2026.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN mencapai Rp433,00 triliun atau tumbuh 6,6% dibandingkan Rp406,38 triliun pada semester I-2025. Perseroan juga mampu menjaga biaya dana (cost of fund) di level 3,01%.

“kami tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut didukung struktur pendanaan yang semakin kuat sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis Perseroan dalam jangka panjang,” kata Nixon.

Sejalan dengan ekspansi bisnis, total aset konsolidasi BTN meningkat 12,4% menjadi Rp545,16 triliun per Juni 2026 dari Rp484,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi kualitas aset, BTN berhasil menurunkan Loan at Risk (LAR) menjadi 18,6% dari 20,2%. Perseroan juga menekan Cost of Credit (CoC) menjadi 0,7% dari 2,0% pada semester I-2025.

BTN juga terus memperkuat transformasi digital. Hingga Juni 2026, superapps Bale by BTN telah digunakan lebih dari 4,3 juta pengguna, didukung lebih dari 344 ribu merchant, lebih dari 14 ribu developer, serta 59 pemerintah daerah. Jumlah dan nilai transaksi melalui aplikasi tersebut masing-masing tumbuh 41,6% dan 55,3% secara tahunan.

Selain pertumbuhan organik, BTN menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai sekitar Rp12,6 triliun. Akuisisi tersebut diproyeksikan memperkuat portofolio kredit non-perumahan dan meningkatkan profitabilitas Perseroan.

BTN juga akan melanjutkan akuisisi tahap kedua pada kuartal III-2026 senilai sekitar Rp7,34 triliun. Setelah seluruh proses selesai, Perseroan akan mengelola sekitar 344,6 ribu rekening kredit pensiun.

“Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun. Langkah ini juga akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang,” ujar Nixon.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rugi Hotel Fitra International (FITI) Berkurang 9,18% di Kuartal I 2026, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Hotel Fitra International Tbk (FITI) mencatatkan...

WEGE Kantongi Kontrak Baru Rp155,4 Miliar dari Proyek RSUD Temanggung

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk...

NATO Ungkap Alasan Keterlambatan Laporan Keuangan Semester I 2026, Masih Diaudit KAP

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru