STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (17/7/2026) waktu setempat. Pelemahan terjadi seiring aksi jual saham teknologi global yang dipicu penurunan saham-saham semikonduktor dan meningkatnya kekhawatiran terhadap belanja kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Mengutip CNBC dan data Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,34% ke posisi 641,53. Sebagian besar sektor dan bursa utama di kawasan tersebut ditutup di zona merah.
Sektor teknologi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,7%. Sektor media turun 1,93%, sedangkan saham perbankan melemah 1,32%.
Mayoritas bursa utama Eropa juga mencatat pelemahan. Indeks FTSE MIB Italia turun 0,94% ke level 51.882,28. Indeks CAC 40 Prancis melemah 0,47% ke posisi 8.338,81.
Indeks DAX Jerman terkoreksi 0,34% ke level 24.830,98. Indeks IBEX 35 Spanyol juga turun 0,45% menjadi 19.216,90.
Di sisi lain, indeks FTSE 100 Inggris menjadi salah satu bursa yang mampu bertahan di zona hijau. Indeks tersebut naik 0,27% ke level 10.600,37.
Beberapa indeks lainnya bergerak bervariasi. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,76% ke posisi 6.236,05. Indeks AEX Belanda melemah 0,94% menjadi 1.091,97.
Sementara itu, indeks SMI Swiss naik 0,54% ke level 14.343,70. Indeks PSI Portugal juga menguat 0,27% menjadi 9.062,26.
Pasar Rusia mengalami tekanan lebih dalam. Indeks RTSI anjlok 3,26% ke level 786,94. Indeks MOEX Russia juga turun 3,16% menjadi 1.958,43.
CNBC melaporkan saham-saham teknologi Eropa ikut terseret aksi jual global di sektor tersebut. Pelemahan ini terjadi setelah saham chip di Amerika Serikat mengalami koreksi tajam dan memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pengeluaran AI.
Sentimen tersebut membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada saham-saham teknologi dan sektor-sektor yang terkait erat dengan pertumbuhan industri AI.

