STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) menargetkan penjualan sebesar Rp137,5 miliar pada tahun 2026, sekitar 4,96% di atas realisasi penjualan tahun 2025 yang sebesar Rp131 miliar. Laba setelah pajak BTON diproyeksikan tumbuh 5% menjadi Rp25,62 miliar pada tahun 2026.
Adapun realisasi penjualan maupun laba emiten produsen besi beton ini sampai dengan Maret 2026, masing-masing sebesar Rp30,7 miliar dan Rp6,9 miliar. Manajemen Perseroan terus berupaya mencapai target penjualan tersebut.
Manajemen BTON dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Kamis 4 Juni 2026 mengatakan, prospek usaha perseroan cukup bagus seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang masih membutuhkan tempat tinggal dan perumahan.
“Baja tulangan beton polos hasil produksi perseroan sangat cocok digunakan untuk pembangunan tempat tinggal dan perumahan kecil dan menengah,” tulis Manajemen dalam paparannya.
Manajemen Perseroan memiliki sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan penjualan tahun ini. Adapun langkah strategis yang akan dilakukan Perseroan adalah membina dan mendatangi customer potensial dan calon customer sebagai upaya pengembangan pasar serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dengan bahan baku yang efisien bagi mesin perseroan.
Selain itu, Perseroan juga akan meningkatkan pengawasan anggaran dan efisiensi biaya operasional dengan menerapkan pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan biaya-biaya terutama biaya energi dan perawatan mesin produksi.
Manajemen Perseroan juga terus memantau perkembangan pasar terkait dengan hasil produksi Perseroan, ekonomi keuangan dan situasi lain yang berkaitan dengan sumber daya usaha Perseroan, serta melakukan sortir waste plate/bahan baku yang kurang efisien/tipis dan segera melakukan penjualan.
Seperti diketahui, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) memproduksi baja dan besi untuk konstruksi bangunan. Didirikan pada tahun 1995 di Gresik, Jawa Timur, mulai beroperasi komersial setahun kemudian, kemudian melakukan IPO pada tahun 2001. Produknya dipasarkan di dalam negeri. (konrad)

