TOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengungkapkan rencana penggunaan dana kas setelah penjualan aset tetap masih dibahas manajemen. Perseroan juga menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dalam 12 bulan ke depan untuk melakukan inbreng perusahaan milik Saiko Consultancy Pte Ltd (Saiko).
Penjelasan tersebut disampaikan Perseroan sebagai tanggapan atas Permintaan Penjelasan Lanjutan VII dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat Nomor S-08708/BEI.PP3/07-2026 tertanggal 20 Juli 2026. Surat tanggapan dikirim Perseroan pada 22 Juli 2026.
BEI sebelumnya meminta Perseroan menjelaskan rencana penggunaan kas yang diperkirakan mencapai sekitar Rp78,22 miliar setelah penjualan seluruh aset tetap existing senilai sekitar Rp58,51 miliar dan kas existing tahun 2025 sebesar Rp19,7 miliar. Nilai kas tersebut setara sekitar 118,72% dari ekuitas Perseroan tahun 2025.
Menanggapi hal itu, Perseroan menyatakan keputusan penggunaan dana belum ditetapkan.
“Perseroan menjelaskan bahwa rencana penggunaan dana kas yang tersedia setelah penyelesaian transaksi saat ini masih dalam tahap pembahasan oleh manajemen. Sehubungan dengan hal tersebut, struktur, alokasi, besaran, serta waktu penggunaan dana tersebut belum ditetapkan,” tulis Perseroan.
Perseroan menambahkan informasi lebih lanjut akan disampaikan kepada pemegang saham dan regulator apabila transaksi tersebut memenuhi kriteria sebagai Transaksi Material sesuai POJK Nomor 17/POJK.04/2020.
Terkait upaya mengoptimalkan kas pasca penjualan aset, Perseroan menyampaikan posisi yang sama. Penggunaan dana masih dibahas dan rincian alokasi maupun waktunya belum diputuskan.
Dalam penjelasannya kepada BEI, Perseroan juga memaparkan rencana pengambilalihan oleh Saiko bersama PT Asia Intrainvesta (AI). Transaksi direncanakan berlangsung dalam dua tahap.
Tahap pertama ditargetkan paling lambat pada kuartal III 2026. Saiko akan membeli 750 juta lembar saham milik PT Asia Intrainvesta dengan harga sekitar Rp23,5 per saham.
Tahap kedua akan dilakukan setelah proses mandatory tender offer (MTO). Pada tahap ini, Saiko berencana membeli paling banyak 250 juta lembar saham dari PT Asia Intrainvesta dengan harga sekitar Rp23,5 per saham. Perseroan menjelaskan tahap kedua bersifat opsional.
Selain itu, dalam periode 12 bulan mendatang Perseroan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Agenda utamanya meminta persetujuan pemegang saham atas rencana PMHMETD yang ditujukan untuk melakukan inbreng perusahaan milik Saiko ke dalam Perseroan.
“Dalam periode 12 bulan ke depan, Perseroan berencana untuk melakukan RUPSLB untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham Perseroan atas rencana Perseroan untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan tujuan untuk inbreng perusahaan yang dimiliki oleh Saiko ke dalam Perseroan,” tulis Perseroan.
Perseroan juga menyampaikan hingga tanggal surat tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham. Jika di kemudian hari terdapat informasi material, Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait rencana penjualan aset tetap existing yang nilainya diperkirakan mencapai Rp58,51 miliar atau sekitar 88,81% dari ekuitas tahun 2025, Perseroan menyatakan akan terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS karena transaksi tersebut memenuhi kriteria Transaksi Material. Perseroan juga akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perubahan kegiatan usaha dan pelaksanaan transaksi tersebut.

