STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Phapros Tbk (PEHA) optimistis dapat melanjutkan tren positif pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2026. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan di atas 20% dan laba bersih tumbuh double digit pada tahun ini.
Optimisme tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang terus membaik. Setelah mencatat pertumbuhan laba bersih 109% dan penjualan 26,34% secara tahunan pada 2025, Phapros kembali membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 112,86% pada kuartal I/2026.
Pada tiga bulan pertama 2026, penjualan Phapros meningkat 10,17% menjadi Rp221,09 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp200,67 miliar. Di sisi lain, beban pokok penjualan (COGS) hanya naik 5,04%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan. Beban usaha juga relatif stabil dengan kenaikan 7,35% secara tahunan.
Kondisi tersebut membuat Phapros mampu mencetak laba bersih sebesar Rp761,49 juta pada kuartal I/2026. Capaian itu meningkat 112,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih membukukan rugi bersih Rp5,92 miliar.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, mengatakan tren kinerja keuangan perseroan menunjukkan fundamental bisnis yang kuat.
“Tren kinerja keuangan Phapros menunjukkan perusahaan memiliki fundamental bisnis yang kuat. Laba bersih tahun 2025 tumbuh 109% dan pada kuartal I/2026 tumbuh lebih besar lagi, yaitu 113% secara y-o-y. Untuk itu, kami optimistis bahwa tren ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Untuk mewujudkan pertumbuhan kinerja, Phapros telah memiliki strategi utama yang menjadi arah strategis perseroan dalam menciptakan nilai tambah dalam jangka panjang,” ujar Intan saat Paparan Publik PT Phapros Tbk di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Untuk mendukung target tersebut, Phapros telah menyiapkan lima strategi utama pada 2026. Strategi pertama adalah memperkuat kondisi keuangan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan modal kerja serta pengendalian biaya yang lebih terukur.
Strategi kedua adalah meningkatkan kepuasan pelanggan melalui peningkatan kualitas layanan dan produk yang diukur dengan indeks kepuasan pelanggan. Strategi ketiga berupa penguatan portofolio produk dan bisnis melalui pengembangan produk baru serta ekspansi usaha.
Strategi keempat adalah transformasi sistem dan proses bisnis. Langkah ini mencakup peningkatan pangsa pasar, penguatan rantai pasok berbasis integrasi database, pengembangan inovasi, transformasi digital, penataan harga pokok produksi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Adapun strategi kelima adalah optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan melalui restrukturisasi organisasi, pengembangan kapasitas human capital, serta peningkatan efektivitas dan efisiensi SDM.
Intan menjelaskan transformasi proses bisnis juga diarahkan untuk meningkatkan pangsa pasar dan penjualan pada seluruh segmen produk, yakni obat bebas tanpa resep dokter (OTC), obat generik berlogo (OGB), dan obat ethical. Selain itu, perseroan juga akan memperluas pasar ekspor sebagai bagian dari penguatan portofolio produk.
Menurut Intan, inovasi dan riset menjadi faktor penting bagi perusahaan farmasi agar tetap kompetitif dan memiliki daya saing yang kuat. Ia yang diangkat sebagai Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 April 2026 menegaskan perseroan akan terus menghadirkan produk baru.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Phapros berencana meluncurkan empat produk baru pada 2026. Salah satunya adalah produk antinyeri untuk kebutuhan dental dalam bentuk powder yang dirancang agar lebih mudah dan cepat diserap tubuh.
Perseroan juga akan meluncurkan multivitamin anak yang mendukung program penurunan stunting. Produk tersebut difokuskan untuk mendukung tumbuh kembang anak, pertumbuhan tulang, otak dan gigi, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.
Selain strategi bisnis dan peluncuran produk baru, optimisme perseroan juga didukung oleh penyegaran jajaran komisaris dan direksi hasil RUPSLB pada 27 Maret 2026. Pemegang saham mengangkat Alfi N. Rustam sebagai Komisaris Utama dan Nurjayanto Kusumawardhono sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, Intan Abdams Katoppo ditunjuk sebagai Direktur Utama dan Ferdinand Troedu sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM.
Dengan dukungan manajemen baru dan strategi yang telah disiapkan, Phapros menargetkan dapat menjaga pertumbuhan kinerja keuangan dengan tren double digit sepanjang 2026.

