STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk tetap menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian. Hal itu dikemukakan Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI pada tanggal 17-18 Juni 2026, secara daring di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Perry mengemukakan, untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan, BI membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.
BI juga membeli SBN yang pada 2026 (hingga 17 Juni 2026) mencapai Rp156,98 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp76,62 triliun. Perkembangan ini menjaga pertumbuhan uang primer tetap tinggi (double digit) dan mendukung tetap terjaganya kecukupan likuiditas perekonomian.
Uang primer (M0) pada Mei 2026 tumbuh sebesar 14,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan April 2026 sebesar 14,1% (yoy). Sejalan dengan itu, uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2026 tumbuh sebesar 9,2% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,7% (yoy).
Dari faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit. “Ke depan, pertumbuhan uang beredar akan terus dikelola sehingga tetap konsisten menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan BI dan Pemerintah,” katanya.

