STOCKWATCH.ID (BEKASI) – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Enso, Kawasan Industri MM2100, Bekasi, pada 18 Juni 2026.
Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Persetujuan tersebut mencakup laporan keuangan audit serta laporan pelaksanaan tugas pengawasan Dewan Komisaris.
Perseroan menjelaskan, tidak adanya pembagian dividen ditujukan untuk menambah modal kerja dengan tetap memperhatikan kepentingan dan rencana pengembangan usaha ke depan.
Sepanjang 2025, BEST membukukan penjualan lahan atau marketing sales seluas 15 hektare dengan nilai Rp422 miliar.
Pada periode yang sama, Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp427 miliar. Pendapatan tersebut terutama ditopang oleh penjualan lahan sebesar Rp220 miliar. Sementara Rp207 miliar lainnya berasal dari pendapatan berulang atau recurring income, yang mencakup maintenance fee, service charges, air, dan sewa.
Laba bersih Perseroan pada 2025 tercatat sebesar Rp30 miliar.
Kinerja Perseroan berlanjut positif pada kuartal I 2026. Pendapatan meningkat menjadi Rp90 miliar, dibandingkan Rp45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan recurring income yang tumbuh dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar. Selain itu, penjualan lahan mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan.
Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat pemulihan signifikan. Setelah membukukan rugi bersih Rp33 miliar pada kuartal I 2025, BEST berhasil mencetak laba bersih Rp9 miliar pada kuartal I 2026.
Margin laba bersih juga membaik dari negatif 73% menjadi positif 10%.
Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp600 miliar. BEST juga membidik pertumbuhan recurring income yang stabil.
Sektor warehouse and logistic, consumer goods, food and beverage (F&B), serta data center menjadi target utama pemasaran dan pengembangan penjualan lahan.
Di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global serta pemulihan ekonomi nasional, Perseroan akan tetap fokus pada bisnis kawasan industri.
BEST juga melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk Cluster Data Center untuk memenuhi kebutuhan sektor berbasis teknologi tinggi.
Selain itu, Perseroan mengembangkan segmen komersial BeFa Industrial Hub yang merupakan bangunan pabrik standar multiguna.
Menurut Perseroan, inisiatif tersebut ditujukan untuk membuka sumber pendapatan baru sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan yang dimiliki.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam pengembangan kawasan industri, Perseroan tetap optimistis terhadap kebutuhan pelaku usaha akan kawasan industri yang profesional dan dapat diandalkan.
Di Kawasan Industri MM2100 Bekasi, Perseroan akan melanjutkan pengembangan sarana dan fasilitas. Perseroan juga berupaya memanfaatkan pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan untuk meningkatkan nilai kawasan.
Kawasan MM2100 akan dilalui Jalan Tol JORR II Cibitung-Cilincing. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan akses dan konektivitas bagi para penghuni kawasan.
Selain itu, MM2100 juga berpotensi memperoleh manfaat dari sejumlah proyek infrastruktur pemerintah, antara lain LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, proyek perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, serta pembangunan Pelabuhan Patimban.

