STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) segera melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perusahaan jasa pengujian laboratorium ini menargetkan dana segar sebesar Rp29.999.995.100.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), MUTU akan menerbitkan 309.278.300 saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp97 per saham dengan nilai nominal Rp25 per saham.
Ada delapan investor yang akan menyerap seluruh saham baru tersebut. PT Samala Serasi Utama menjadi pembeli terbanyak dengan 103.092.700 saham. Disusul PT Interra Resources Indonesia Investment sebanyak 81.958.800 saham dan PT Bumi Hijau Sedaya sebesar 41.237.100 saham.
Investor perorangan juga ikut ambil bagian. Leonard Tanubrata, Michael Tjandra Tjoajadi, dan Andreas Tjahjadi masing-masing mengambil 20.618.600 saham. Selain itu, Ridzki D Kramadibrata menyerap 10.824.700 saham dan Mohammad Izzan sebanyak 10.309.200 saham.
Manajemen menegaskan tidak ada hubungan afiliasi antara para investor dengan pemegang saham pengendali, utama, direksi, maupun dewan komisaris perusahaan. Aksi korporasi ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham sebesar 8,96%.
Dana hasil private placement ini akan digunakan untuk memperkuat lini bisnis perusahaan.
“Seluruh dana yang diperoleh dari hasil pelaksanaan PMTHMETD akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan Perseroan untuk meningkatkan kapasitas layanan, memperluas segmen bisnis (halal, toksikologi, dan laboratorium pangan), serta memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha Perseroan,” tulis manajemen MUTU, dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (20/6/2026).
Setelah aksi ini, jumlah saham beredar MUTU akan meningkat dari 3.142.950.585 saham menjadi 3.452.228.885 saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh juga akan naik menjadi Rp86,30 miliar dari sebelumnya Rp78,57 miliar.
Jadwal pelaksanaan dimulai dengan pengumuman pada 19 Juni 2026. Pembayaran dan penyetoran modal dilakukan pada 25 Juni 2026. Selanjutnya, penerbitan saham baru dijadwalkan pada 26 Juni 2026 dan pencatatan di bursa pada 29 Juni 2026.
Menilik kinerja keuangan per Desember 2025, MUTU mencatatkan pendapatan sebesar Rp331,48 miliar. Perusahaan meraup laba tahun berjalan Rp24,21 miliar dengan total aset mencapai Rp317,67 miliar.
Laporan rencana pelaksanaan ini ditandatangani oleh Sumarna, Direktur SDM dan Keuangan PT Mutuagung Lestari Tbk. Sumarna menyebutkan rencana ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Desember 2025.

