STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bach Multi Global Tbk (BACH) bersiap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan genset dan infrastruktur telekomunikasi ini menawarkan 615 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
BACH mematok harga penawaran awal dalam rentang Rp400 hingga Rp500 per saham. Melalui aksi korporasi ini, Perseroan membidik dana segar maksimal sebesar Rp307,5 miliar. Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 22-24 Juni 2026.
Manajemen BACH menjelaskan rencana penggunaan dana dari hasil IPO ini. Sekitar Rp91,02 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk. Utang ini merupakan fasilitas pinjaman jangka pendek jenis Omnibus Revolving Loan. Sisa dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja. BACH berencana menggunakan dana tersebut untuk membeli persediaan genset dari pemasok guna menunjang kegiatan penjualan dan penyewaan.
BACH memiliki rekam jejak yang panjang sejak berdiri pada September 2006. Awalnya, Perseroan fokus menjual genset untuk sektor telekomunikasi. Kini, bisnis BACH telah berkembang menjadi penyedia jasa konstruksi dan pemeliharaan menara BTS. Saat ini, BACH mengelola sekitar 41.000 site telekomunikasi di seluruh Indonesia.
Selain itu, BACH memiliki entitas anak yaitu PT Bach Multi Infrastruktur (BMI). BMI fokus pada jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi yang memberikan kontribusi besar bagi pendapatan grup.
Berikut adalah perkiraan jadwal IPO BACH:
Masa Penawaran awal: 22 – 24 Juni 2026
Tanggal Efektif: 29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum: 1 – 3 Juli 2026
Tanggal Penjatahan: 3 Juli 2026
Distribusi Saham secara Elektronik: 6 Juli 2026
Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 7 Juli 2026
Perseroan telah menunjuk PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

