spot_img

Segera Melantai di BEI, Laba Bersih Bach Multi Global (BACH) Melesat 97,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bach Multi Global Tbk (BACH) bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan modal kinerja keuangan yang sangat kuat. Perseroan berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp155,55 miliar pada 2025. Angka ini melonjak 97,54% jika dibandingkan Rp78,74 miliar pada 2024.

Berdasarkan prospektus awal yang diterbitkan di Jakarta, Senin (22/6/2026), kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Perseroan mengantongi pendapatan neto Rp1,73 triliun pada 2025. Capaian itu naik 39,66% dari Rp1,24 triliun pada periode tahun sebelumnya.

Kontributor utama pendapatan BACH berasal dari dua segmen usaha. Pertama, penjualan dan penyewaan genset yang menyumbang Rp977,95 miliar. Kedua, jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi sebesar Rp754,98 miliar.

Manajemen menjelaskan laba kotor Perseroan juga tumbuh signifikan sebesar 57,28% menjadi Rp311,43 miliar. Hal ini terjadi meski beban pokok pendapatan naik menjadi Rp1,42 triliun dari Rp1,04 triliun pada 2024.

Kinerja positif ini didorong oleh efisiensi pada biaya operasional. Beban penjualan dan pemasaran turun menjadi Rp40,98 miliar dari Rp47,48 miliar. Beban umum dan administrasi juga susut menjadi Rp32,37 miliar dari Rp37,78 miliar. Namun, biaya keuangan tercatat naik menjadi Rp19,16 miliar dari sebelumnya Rp9,31 miliar.

Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, optimis dengan masa depan perusahaan. “Perseroan memiliki prospek usaha yang positif dan berkelanjutan. Hal ini didukung oleh pertumbuhan dua kegiatan usaha utama kami,” ujar Budi.

Dari sisi neraca, total aset BACH mencapai Rp1,23 triliun per Desember 2025. Angka ini tumbuh 51,13% dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp815,60 miliar. Pertumbuhan aset didorong oleh peningkatan aset tetap berupa genset untuk mendukung usaha penyewaan.

Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp696,67 miliar. Sementara itu, total ekuitas meningkat menjadi Rp535,95 miliar dari Rp434,01 miliar pada 2024. Rasio keuangan BMG juga menunjukkan kondisi yang sehat dengan imbal hasil aset (ROA) 12,62% dan imbal hasil ekuitas (ROE) 29,02%.

Direktur Keuangan BACH, Hasby Jap, menambahkan mengenai rencana penggunaan dana hasil IPO. Sebagian dana akan digunakan untuk membayar utang kepada PT Bank Permata Tbk. “Sekitar Rp91,02 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang fasilitas Omnibus Revolving Loan,” kata Hasby.

Dalam aksi korporasi ini, BACH menawarkan 615 juta saham baru atau 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran dipatok pada kisaran Rp400 hingga Rp500 per saham. Dengan demikian, BACH berpotensi meraup dana segar maksimal Rp307,5 miliar.

Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 22 – 24 Juni 2026. Perseroan menjadwalkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026. PT Erdikha Elit Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Simak Jadwal Pembayaran Dividen ESSA Rp52 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) siap...

RUPS Ancara Logistics (ALII) Putuskan Dividen Rp13 per Saham dan Sampaikan Penggunaan Dana IPO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT...

Didukung 93,3% Suara, BUMI Resmi Ubah Anggaran Dasar Sesuai KBLI 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menggelar...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru