spot_img

Trump Buka Impor Minyak Iran, Berharap Teheran Borong Produk Pertanian AS

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan jawaban mengambang terkait jaminan penggunaan keuntungan penjualan minyak oleh Iran. Ia tidak bisa memastikan Iran tidak akan memakai dana tersebut untuk membangun kembali militer mereka. Trump menyebut uang itu seharusnya digunakan untuk membeli produk pertanian dari petani Amerika.

Mengutip CNBC, Menteri Keuangan Scott Bessent telah mengizinkan impor minyak mentah dan produk olahan Iran ke AS hingga Agustus. Langkah ini diambil menyusul pembicaraan damai yang produktif antara kedua negara di Swiss. Sebelumnya, Angkatan Laut AS juga telah mencabut blokade pelabuhan Iran sejak Kamis pekan lalu.

Pencabutan blokade ini mengakhiri pembatasan yang terjadi sejak April. Langkah tersebut memungkinkan ekspor minyak Iran kembali meningkat secara drastis. Pasar kini menanti ke mana aliran dana besar tersebut akan dialokasikan oleh Teheran.

Saat acara penandatanganan perintah eksekutif di Gedung Putih, Trump ditanya mengenai kemungkinan Iran memperkuat militer dengan hasil penjualan minyak. “Yah, mereka tidak seharusnya melakukan itu, jadi kita lihat saja nanti,” ujar Trump.

Trump menjelaskan dana Iran yang dicairkan harus digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. “Mereka seharusnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan bagi rakyatnya, karena saat ini rakyat mereka sangat lapar,” tambahnya. Ia menekankan produk seperti jagung dan kedelai harus dibeli secara eksklusif dari petani AS.

Menurut Trump, langkah ini akan memberikan keuntungan besar bagi sektor pertanian Amerika. Ia berharap transaksi tersebut bernilai sangat besar. “Jadi petani kita sangat senang,” kata Trump.

Namun, pernyataan ini dibantah oleh pihak Iran. Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati menyatakan tidak ada kewajiban bagi negaranya untuk membeli produk pertanian dari AS. Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita Iran, Tasnim.

Hemmati menegaskan pilihan sumber barang tetap berada di tangan Iran. “Berdasarkan nota yang ditandatangani, tidak ada kewajiban untuk membeli input pertanian dari AS,” tegas Hemmati.

Meskipun demikian, Hemmati membuka peluang kerja sama jika penawaran AS lebih menguntungkan. Ia menyebut Iran akan membeli produk Amerika jika harga dan kualitasnya lebih baik dibandingkan negara lain. Iran membutuhkan pasokan barang penting dan obat-obatan dalam jumlah besar setiap tahun.

“Kami perlu membeli barang-barang penting dan obat-obatan senilai miliaran dolar setiap tahun, dan tidak masalah bagi kami dari sumber mana kami membayar barang-barang penting ini,” jelas Hemmati.

Investor kini tengah mencermati dinamika ini. Hubungan dagang baru antara AS dan Iran diprediksi akan mempengaruhi pasar komoditas energi dan pertanian global. Stabilitas di Selat Hormuz juga menjadi kunci utama bagi kelancaran distribusi minyak dunia ke depannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Wall Street Bergerak Datar Usai Saham Teknologi Raksasa Tumbang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks S&P...

Wall Street Mix: S&P 500 dan Nasdaq Tertekan, Dow Jones Menguat

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Menghijau Imbas Negosiasi AS-Iran & Mundurnya PM Inggris

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru