spot_img

Buat Modal Kerja, DAAZ Kembali Kucurkan Pinjaman Rp4,7 Miliar ke Anak Usaha

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) mengungkapkan, Perseroan kembali mengucurkan pinjaman dana sebesar Rp4,7 miliar kepada  anak usahanya, PT Bara Makmur Dwitama (BMD), pada tanggal 29 Juni 2026.  Dana tersebut akan digunakan oleh BMD untuk  kebutuhan modal kerja pembelian batubara.

Direksi DAAZ dalam pengumuman yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Selasa 30 Juni  2026 mengatakan, dengan pinjaman tersebut, maka total dana yang diberikan ke BMD meningkat menjadi Rp89,9 miliar, dari semula Rp85,2 miliar..

Adapun dana yang dipinjamkan oleh Perseroan kepada BMD berasal dari hasil penerbitan Obligasi  Berkelanjutan I DAAZ Tahun 2025. Pinjaman ini sesuai dengan rencana penggunaan dana obligasi.  “Terkait pinjaman ini, BMD dikenakan bunga 8,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal perjanjian pinjaman,” tulis Direksi DAAZ dalam laporannya.

DAAZ berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,55 triliunada kuartal I 2026, naik 15,56%, dari Rp3,07 triliun pada periode sama 2025. Kontributor terbesar pendapatan DAAZ pada Januari-Maret 2026 bdari penjualan bahan bakar solar yakni sebesar Rp1,989 triliun.

Pertumbuhan pendapatan disertai kenaikan pos beban pokok pendapatan, beban usaha, serta beban keuangan. Akibatnya, laba bersih emiten perdagangan komoditas ini turun 13,36% menjadi Rp83,95 miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp96,90 miliar pada kuartal I 2025.

Seperti diketahui, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) merupakan Perusahaan yang didirikan pada tahun 2009 dan bergerak di bidang perdagangan komoditas, yang berfokus pada mineral. Melalui entitas anak, DAAZ telah memperluas bisnis ke layanan pengiriman dan pertambangan untuk menyediakan solusi komprehensif dalam rantai perdagangan industri mineral.

Bisnis utama Daaz Barata Lestari (DAAZ) meliputi perdagangan bijih nikel, perdagangan bahan bakar, perdagangan batu bara, pengiriman barang, dan jasa pertambangan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hadapi Ketidakpastian Pasar, Mirae Asset Sarankan Diversifikasi dan Lirik Sektor Poultry

STOCKWATCH.ID (JAKARTA.ID) – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai risiko...

Hingga 30 Juni 2026, Restrukturisasi Utang Obligasi Waskita Karya (WSKT) Capai 75%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk...

Ada HILL hingga TRUE, Ini Daftar 71 Saham yang Disuspensi BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru