spot_img

Hingga 30 Juni 2026, Restrukturisasi Utang Obligasi Waskita Karya (WSKT) Capai 75%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyampaikan perkembangan realisasi rencana pemulihan kondisi yang menjadi penyebab suspensi saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hingga 30 Juni 2026, restrukturisasi utang perbankan telah rampung 100%, sedangkan restrukturisasi utang obligasi mencapai progres 75%. Hal itu dikemukakan Ermy Puspa Yunita, SVP Corporate Secretary WSKT, dalam keterbukaan informasi ke BEI, Selasa (30/6/2026).

Ermy menjelaskan, laporan ini disampaikan Perseroan kepada BEI sebagai tindak lanjut Peraturan BEI Nomor I-N tentang Delisting dan Relisting serta surat pengingat terkait suspensi saham WSKT.

“Berdasarkan laporan perkembangan realisasi rencana pemulihan periode Juni 2026, restrukturisasi utang perbankan telah selesai sesuai target,” katanya.

Menurut Ermy, WSKT bersama kreditur perbankan telah menyepakati perubahan Perjanjian Master Restructuring Agreement (MRA) dan perubahan Perjanjian Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP). Kedua perubahan tersebut telah berlaku efektif sejak 17 Oktober 2024.

Sementara itu, proses restrukturisasi utang obligasi masih terus berjalan. Dari empat seri obligasi tanpa penjaminan yang direstrukturisasi, tiga seri telah memperoleh persetujuan dari para pemegang obligasi.

Saat ini, WSKT masih mengupayakan persetujuan restrukturisasi atas satu seri obligasi tanpa penjaminan, yakni PUB III Tahap IV Tahun 2019 melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). “Perseroan menargetkan proses restrukturisasi obligasi tersebut selesai pada September 2026 dengan progres saat ini mencapai 75%,” katanya.

Manajemen WSKT menilai langkah restrukturisasi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kondisi Perseroan. “Proses restrukturisasi ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi perusahaan,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hadapi Ketidakpastian Pasar, Mirae Asset Sarankan Diversifikasi dan Lirik Sektor Poultry

STOCKWATCH.ID (JAKARTA.ID) – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai risiko...

Ada HILL hingga TRUE, Ini Daftar 71 Saham yang Disuspensi BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara...

IHSG Sesi I Amblas 2,42%, Seluruh Sektor di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru