STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026. Nilainya mencapai Rp1 triliun. Aksi korporasi ini bagian dari target dana yang akan dihimpun sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.
Penawaran ini ditujukan kepada pemodal profesional. Sukuk terbagi menjadi dua seri. Seri A memiliki nilai Rp500 miliar. Imbalannya sebesar 7,75% per tahun dengan jangka waktu 370 hari. Seri B juga senilai Rp500 miliar. Imbalannya mencapai 8,75% per tahun untuk jangka waktu 3 tahun.
Dana hasil penerbitan digunakan untuk kebutuhan strategis. Sebesar Rp500 miliar dipakai melunasi utang Sukuk Wakalah I Tahun 2025 Seri A. Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja. Hal ini mencakup operasional rumah sakit dan gaji karyawan di berbagai anak usaha.
Perseroan menggandeng PT KB Valbury Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak selaku wali amanat. Instrumen keuangan ini mendapat peringkat irA- (sy) atau Single A Minus Syariah dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI).
Henry Kembaren, Direktur Utama CARE, menjelaskan penawaran ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment). “Sukuk Ijarah ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah,” ujar Henry. Ia menambahkan cicilan imbalan ijarah akan dibayarkan setiap triwulan.
Masa penawaran berlangsung pada 1 hingga 3 Juli 2026. Penjatahan dilakukan pada 6 Juli 2026. Sukuk ini akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026.
Perseroan saat ini mengelola lima rumah sakit besar. Lokasinya tersebar di Tangerang, Jakarta, Bekasi, dan Mojokerto. Melalui dana ini, CARE berharap bisa terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

