spot_img

Rugi Bersih Techno9 Indonesia (NINE) Membengkak Jadi Rp9,95 Miliar pada 2025, Pendapatan Anjlok 73%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mencatatkan kinerja keuangan yang kurang menggembirakan sepanjang tahun 2025. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp9,95 miliar. Angka ini membengkak 64,7% jika dibandingkan rugi bersih Rp6,04 miliar pada tahun 2024.

Menurut laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan hari ini, pendapatan NINE terjun bebas menjadi Rp2,35 miliar. Nilai tersebut merosot 73,9% dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp9,02 miliar.

Penurunan pendapatan yang sangat drastis menjadi penyebab utama kerugian perusahaan semakin dalam. Jasa pemeliharaan menjadi penyumbang terbesar pendapatan dengan nilai Rp1,61 miliar. Sementara itu, penjualan perangkat keras hanya menyumbang Rp739,41 juta. Pada tahun sebelumnya, penjualan perangkat keras sempat mencapai Rp7,09 miliar.

Kondisi keuangan NINE semakin tertekan karena beban pokok pendapatan mencapai Rp4,29 miliar. Akibatnya, perusahaan sudah mengalami rugi kotor sebesar Rp1,93 miliar sejak awal. Padahal pada tahun 2024, NINE masih mencetak laba kotor Rp1,95 miliar.

Beban operasional perusahaan juga masih cukup tinggi. Beban umum dan administrasi tercatat naik menjadi Rp10,43 miliar dari Rp9,40 miliar pada tahun 2024. Selain itu, perusahaan menanggung beban keuangan sebesar Rp202,10 juta.

Dari sisi neraca, kekuatan keuangan NINE terlihat menurun. Total aset menyusut menjadi Rp30,50 miliar per Desember 2025. Nilai ini turun 19,6% dari Rp37,92 miliar pada akhir tahun 2024.

Sebaliknya, total liabilitas atau utang perusahaan melonjak 108% menjadi Rp4,85 miliar dari Rp2,33 miliar. Ekuitas atau modal perusahaan juga ikut terpangkas 28% menjadi Rp25,64 miliar dari posisi sebelumnya Rp35,59 miliar.

Auditor independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Robert, Rudi, Yansen & Rekan memberikan perhatian khusus pada kelangsungan usaha NINE. Perusahaan kini memiliki akumulasi rugi mencapai Rp20,36 miliar. Meski demikian, manajemen NINE menyatakan sudah memiliki rencana untuk merespons kondisi ini agar bisnis tetap berjalan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Penghasilan dan Laba Hexindo (HEXA) Kompak Turun di Kuartal I 2026, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Kinerja keuangan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) ...

Wahana Intterfood (COCO) Gelar Right Issue Rp1,281 Triliun Buat Ekspansi dan Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mengumumkan,...

Dari Laba, Hillcon (HILL) Berbalik Rugi Rp367,965 Miliar di Kuartal I 2026, Ekuitas Anjlok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Hillcon Tbk (HILL) menderita kerugian signifikan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru