STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) melaporkan komposisi registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada Juni 2026. Berdasarkan laporan tersebut, porsi saham publik atau free float perseroan tercatat sebesar 7,97%.
Angka free float ini berasal dari jumlah saham free float sebanyak 749.873.900 lembar. Jika merujuk pada ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan yang tercatat di Papan Pengembangan wajib memiliki saham free float minimal 15%. Saat ini, IFII berada di Papan Pengembangan namun porsi free float-nya belum mencapai batas minimal tersebut.
Meski demikian, dari sisi jumlah pemegang saham, IFII telah memenuhi syarat. Perseroan memiliki 1.900 nasabah pemilik SID (Single Investor Identification) per akhir Juni 2026. Jumlah ini melampaui batas minimal 300 SID yang ditetapkan bursa. Terdapat penurunan jumlah pemegang saham sebanyak 37 orang dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1.937 SID.
Laporan yang disampaikan kepada otoritas bursa menyebutkan PT Adrindo Intiperkasa tetap menjadi pemegang saham pengendali. Perusahaan tersebut menguasai 4.800.200.000 lembar saham atau setara 51%. Selain itu, SMB Kenzai Co., Ltd menggenggam 2.353.000.000 lembar saham atau sebesar 25%.
Anggota Direksi perseroan, Heffy Hartono, juga tercatat sebagai pemegang saham. Heffy memiliki 562.600.000 lembar saham atau 5,98% dan berstatus sebagai afiliasi pengendali. Sementara itu, sisa saham lainnya dimiliki oleh masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% (non-warkat) sebesar 18,02% atau 1.696.200.000 lembar.
Dalam dokumen ini, terungkap pula sosok Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat terakhir perseroan. Eddy Hartono merupakan pengendali tingkat individu melalui kepemilikan tidak langsung di PT Adrindo Intiperkasa.
Corporate Secretary IFII, Evan Kristian, menegaskan kebenaran data dalam laporan bulanan tersebut. Manajemen bertanggung jawab penuh atas seluruh informasi yang disajikan.
“Semua informasi dalam LBRE telah dimuat secara lengkap dan benar, tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material,” tulis manajemen IFII dalam surat nomor 063/CORSEC-IFII/VII/2026.
Adapun total modal ditempatkan dan disetor penuh IFII hingga saat ini mencapai 9.412.000.000 lembar saham. Seluruh saham tersebut telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

