spot_img

BI Rate Tetap 5,75%, IHSG Parkir di 6.334.476 Akhiri Reli 10 Hari

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (22/7/2026). Pergerakan ini mengakhiri reli penguatan yang telah berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut.

IHSG tercatat melemah tipis 0,09% atau turun 5,54 poin ke level 6.334,476. Berdasarkan data perdagangan, indeks sempat mencapai level tertinggi di 6.395 dan level terendah di 6.285.

Phintraco Sekuritas menjelaskan penurunan ini terjadi karena investor mulai melakukan aksi jual untuk mengamankan keuntungan.

“Pelemahan tersebut terutama dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dari sisi ekonomi makro, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 5,75%. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan menjadi 6,00%.

Keputusan BI ini menunjukkan keyakinan terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi yang terkendali. Langkah tersebut juga dilakukan untuk menjaga ruang pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Data transaksi menunjukkan total nilai perdagangan mencapai Rp18,6 triliun. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 44,421 miliar lembar dengan frekuensi mencapai 2.733.273 kali. Kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp11.092,97 triliun.

Secara sektoral, indeks teknologi memimpin penguatan sebesar 1,58%. Sektor non-cyclicals naik 0,78% dan sektor properti naik 0,68%. Sementara itu, sektor transportasi menjadi pemberat dengan koreksi 1,73%, diikuti sektor kesehatan yang turun 1,09%.

Pada deretan saham LQ45, tiga saham yang menjadi top gainers adalah HRTA di harga Rp2.020, MEDC Rp1.320, dan CPIN Rp3.210. Sebaliknya, saham yang masuk daftar top losers adalah AMMN di harga Rp4.150, UNTR Rp25.550, dan CUAN Rp720.

Untuk Jakarta Islamic Index (JII), saham ENRG memimpin penguatan sebesar 5,59% ke level Rp1.510. Penurunan terdalam dialami saham RATU yang terkoreksi 2,83% ke level Rp4.980.

Kondisi pasar regional Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,95% dan Nikkei 225 Jepang turun 0,18%. Namun, indeks SSEC China mampu menguat tipis 0,07%.

Nilai tukar Rupiah terhadap USD juga mengalami penguatan tipis. Kurs USD/IDR ditutup pada level Rp17.875 atau menguat 0,03%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

XLSMART Kantongi Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Siap Perluas Jaringan 4G-5G

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) ditetapkan...

Komisaris dan Direktur HERO Mundur Bersamaan, RUPSLB Putuskan Agustus 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) mengumumkan...

BEI Soroti Volatilitas Saham BINO, Perma Plasindo Tegaskan Tak Ada Aksi Korporasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Perma Plasindo Tbk (BINO) menyatakan tidak...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru