Minggu, Juli 21, 2024
33.5 C
Jakarta

Akhir Maret, WSBP Siap Laksanakan Pembayaran Pertama ke Kreditur

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) siap memenuhi komitmen pembayaran kas pertama terkait kewajiban pokok maupun bunga kepada para kreditur. Langkah ini diambil seiring telah efektifnya Perjanjian Perdamaian antara WSBP dan para kreditur. Itu merujuk pada putusan Kasasi oleh Mahkamah Agung tertanggal 20 September 2022 lalu.

Adapun pembayaran akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan Maret 2023. Sesuai dengan ketentuan restrukturisasi yang disepakati dengan para kreditur, WSBP berkomitmen untuk melakukan pembayaran menggunakan kas atau CFADS (Cash Flow Available for Debt Services). Itu meliputi sebagian porsi pokok kewajiban kepada supplier serta kewajiban bunga kepada kreditur perbankan.

Sementara itu, WSBP juga berkomitmen untuk melaksanakan pembayaran kupon kepada pemegang obligasi sesuai skema perjanjian perdamaian. Namun, implementasinya akan bergantung pada keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2022. CFADS akan dibayarkan setiap 6 bulan sejak Perjanjian Perdamaian berlaku efektif hingga periode jatuh tempo untuk masing-masing kreditur. Jumlah kewajiban yang hendak dibayarkan kepada kreditur akan terlebih dahulu diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (auditor) Independen yang ditunjuk berdasarkan hasil voting para kreditur.

Director of Finance & Risk Management WSBP Asep Mudzakir menerangkan, pelaksanaan pembayaran ini merupakan implementasi komitmen WSBP untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada para kreditur. “WSBP menghargai kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan para kreditur dalam proses PKPU lalu,” jelas Asep, di Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Asep mengemukakan, WSBP akan fokus pada penyediaan kas dalam rangka pembayaran secara rutin per 6 bulanan. Strategi yang diterapkan WSBP adalah memastikan bahwa setiap pelaksanaan order atau project mendapatkan margin keuntungan yang baik, mempercepat kas masuk dari penagihan piutang, dan cash management termasuk upaya-upaya efisiensi.

Selain pembayaran melalui kas perusahaan, WSBP juga dalam proses pelaksanaan aksi korporasi untuk konversi utang supplier menjadi ekuitas (saham) dan konversi utang obligasi menjadi Obligasi Wajib Konversi. Kedua aksi korporasi tersebut termasuk dalam skema penyelesaian kewajiban kepada para kreditur.

“WSBP membutuhkan persetujuan Pemegang Obligasi untuk melakukan addendum Perjanjian Perwaliamanatan (PWA) dalam RUPO sebagai salah satu milestone penting penyelesaian kedua aksi korporasi di atas,” tandas Fandy Dewanto, Vice President Corporate Secretary WSBP.

Artikel Terkait

BTN Raih Penghargaan Internasional di Euromoney Awards For Excellence 2024!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Pefindo Beri Outlook Negatif Obligasi PP Properti dan Bio Farma!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru...

OJK: Program Asuransi Wajib untuk Kendaraan Tunggu Peraturan Pemerintah!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Program asuransi wajib untuk kendaraan masih...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru