STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (08/7/2026). Perseroan melepas 615 juta saham kepada publik. Jumlah ini setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana (IPO).
Pada pencatatan perdana, BACH menetapkan harga saham IPO sebesar Rp442 per saham. Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp271,83 miliar dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp1,81 triliun.
Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 11.17 WIB, harga saham BACH terpantau di level Rp550 per unit, naik Rp108 atau terangkat 24,43%. Volume saham yang berpindah tangan sebanyak 578 ribu unit senilai Rp318 juta dengan frekuensi sebanyak 2.443 kali transaksi.
Saham BACH yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi ini dicatatkan di Papan Utama BEI.
Budi Kurniawan, Direktur Utama BACH, mengatakan, pencatatan saham perdana menjadi langkah strategis untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
“IPO ini menjadi fondasi bagi BACH untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi,” ujar Budi dalam sambutan menjelang seremoni pencatatan saham BACH di gedung BEI, Rabu (08/7/2026).
Manajemen menargetkan pendapatan BACH terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Pendapatan BACH ditargetkan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030 dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 12% per tahun.
Sementara laba bersih diproyeksikan mencapai sekitar Rp401 miliar atau meningkat sekitar 158%, didukung ekspansi bisnis power solution, peningkatan proyek infrastruktur telekomunikasi, efisiensi operasional, dan penurunan beban keuangan setelah IPO.
BACH telah membukukan pendapatan sekitar Rp1,73 triliun sepanjang 2025. Ini hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih melonjak 97,5% menjadi sekitar Rp155 miliar, sementara margin laba bersih tumbuh menjadi 9% dari sebelumnya 6,3%.

