Buana Finance Tarik Kredit Rp765 Miliar dari Bank Danamon Buat Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Buana Finance  Tbk (BBLD) telah menandatangani perjanjian dengan Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sehubungan dengan pemberian fasilitas kredit senilai total  Rp765 miliar pada 19 Maret 2025.

Menurut Ahmad Khaetami, Sekretaris Perusahaan BBLD dalam laporan keterbukaan informasi, Rabu (19/3/2025), pinjaman BDMN tersebut terdiri atas fasilitas term loan sebesar Rp750 miliar dan fasilitas Kredit Rekening Koran sebesar Rp15 miliar.

Ahmad menjelaskan, fasilitas term loan memiliki tenor maksimal 48 bulan dan fasilitas Kredit Rekening Koran dengan tenor 12 bulan. Namun, dia tidak merinci besaran tingkat bunga untuk masing-masing jenis pinjaman tersebut di atas.

“Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan yakni pemberian kredit consumer finance,” kata Ahmad. Transaksi ini, lanjutnya, tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan, hukum, serta kelangsungan usaha Perseroan.

Hingga triwulan III 2024, papar Ahmad, BBLD membukukan pendapatan sebesar Rp649,21 miliar, tumbuh 24,66% dari Rp520,77 miliar pada periode sama 2023. Meski pendapatan tumbuh, laba bersih emiten pembiayaan dengan aset Rp6,48 triliun per September 2024 itu anjlok 40,54% dibandingkan Rp69,75 miliar pada triwulan III 2023.

Kemerosotan laba perusahaan pembiayaan tersebut  disebabkan antara lain oleh kenaikan beban usaha sebesar 37,75%, dari Rp434,02 miliar, jadi Rp597,91 miliar.

Total kewajiban BBLD per September 2024 sebesar Rp5,08 triliun, meningkat 15,7% dari Rp4,39  triliun per Desember 2023. Mayoritas kewajiban emiten pembiayaan tersebut adalah pinjaman bank dan non bank yakni Rp4,94 triliun. Adapun jumlah ekuitas BBLD per September 2024 sebesar Rp1,4 triliun. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bidik Pendapatan Rp2,92 Triliun di 2026, Sekar Laut Perkuat Distribusi dan Inovasi Produk

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Sekar Laut Tbk (SKLT) menargetkan...

Tak Cuma Tebar Sanksi, BEI Terapkan Aturan Baru I-A untuk Bina Emiten

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus...

BEI Jatuhkan 845 Sanksi kepada 494 Emiten “Nakal” di Q1 2026!

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru