spot_img

BEI Minta Penjelasan, Bukaka T(BUKK) Ungkap Penyebab Free Float Turun ke 6,17%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penurunan porsi saham free float yang terjadi sejak Maret hingga Mei 2026.

Penjelasan tersebut disampaikan Perseroan melalui surat Nomor 031/BTU-DIR-CORSEC/VI-26 tertanggal 12 Juni 2026 sebagai tanggapan atas surat permintaan penjelasan BEI Nomor S-06866/BEI.PP3/06-2026 tertanggal 11 Juni 2026.

Sebelumnya, BEI meminta penjelasan setelah menemukan perubahan jumlah saham free float Perseroan berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE). Pada periode 31 Maret 2026 hingga 31 Mei 2026, porsi free float BUKK tercatat sebesar 6,17%, turun dibandingkan posisi Februari 2026 yang mencapai 11,16%.

Menjawab pertanyaan Bursa terkait penyebab penurunan free float tersebut, Perseroan menjelaskan penurunan terjadi setelah diberlakukannya perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A dan Surat Edaran tentang penjelasan ketentuan pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat pada 2026.

Menurut Perseroan, perubahan aturan tersebut memperluas definisi atau pengertian afiliasi sehingga sejumlah pemegang saham yang sebelumnya masuk kategori free float menjadi tidak lagi dapat dikategorikan sebagai free float.

“Dengan diberlakukannya Perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A dan Surat Edaran Tentang Penjelasan Atas Ketentuan Terkait Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat tahun 2026 dan diperluas definisi/pengertian dari Afiliasi dalam peraturan tersebut, maka beberapa pemegang saham Perseroan yang mulanya masuk dalam kategori Free Float menjadi terdelusi dan tidak dapat dikategorikan dalam Free Float,” tulis manajemen dalam surat tersebut dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (12/6/2026).

BEI juga meminta penjelasan mengenai upaya Perseroan untuk memenuhi ketentuan free float minimum 15% sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-A.

Menanggapi hal itu, Perseroan menyatakan masih melakukan penelaahan dan mempertimbangkan berbagai opsi yang dapat ditempuh. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah penjualan saham milik pemegang saham utama kepada masyarakat.

“Dapat kami sampaikan hingga saat ini Perseroan masih melakukan penelaahan dan mempertimbangkan berbagai macam opsi dan pilihan yang dapat dilakukan oleh Perseroan yang antara lain namun tidak terbatas pada Penjualan Saham dari Pemegang Saham Utama kepada masyarakat guna memenuhi ketentuan Free Float minimal 15% pada tahun 2029,” tulis Perseroan.

Terkait target pelaksanaannya, Perseroan menyampaikan dalam waktu dekat akan berupaya meningkatkan porsi free float menjadi 7,5%.

Untuk jangka panjang, BUKK menargetkan pemenuhan ketentuan free float minimum 15% pada 2029.

“Dapat kami sampaikan bahwa dalam waktu dekat Perseroan akan berupaya untuk mengejar presentase Free Float menjadi 7,5% dan untuk rencana jangka panjang sesuai dengan Perubahan Peraturan I-A, maka Perseroan akan mengupayakan Free Float pada tahun 2029 minimal berjumlah 15%,” tulis Perseroan.

Pada bagian lain, Perseroan menegaskan tidak terdapat informasi material lain yang perlu diungkapkan kepada publik. Menurut manajemen, seluruh informasi material telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan melalui situs web Perseroan.

Surat tanggapan tersebut ditandatangani Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Irsal Kamarudin, dan disampaikan kepada BEI pada 12 Juni 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

RUPO Obligasi WIKA Tidak Capai Kuorum, Usulan Emiten Gagal Disetujui Pemegang Obligasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan...

BRI Siapkan Buyback Saham Hingga Rp500 Miliar, Berlaku Sampai September 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Minta Restu RUPS, Lancartama (TAMA) Siap Divestasi Aset Senilai Rp65,4 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direksi PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) dan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru