STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa saham Asia-Pasifik diperkirakan bergerak beragam pada perdagangan Senin (6/7/2026) waktu setempat. Investor mencermati risalah rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan dirilis pekan ini, di tengah evaluasi terhadap saham-saham bertema kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Mengutip CNBC, Senin (6/7/2026), indeks Nikkei 225 Jepang diperkirakan dibuka menguat. Kontrak berjangka Nikkei di Chicago berada di level 70.040, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 69.744,07.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks S&P/ASX 200 Australia terakhir berada di level 8.794. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.844,40, sehingga mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 23.253, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir di 23.350,03.
Pada perdagangan terakhir, indeks Nikkei 225 ditutup menguat 0,80% ke level 70.301,65. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,79% menjadi 8.232,88.
Sebaliknya, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,21% ke level 8.825,90. Sementara indeks Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite China, dan Nifty 50 India belum menunjukkan perubahan pada data terakhir.
Fokus utama investor pekan ini tertuju pada risalah rapat Federal Reserve periode Juni yang akan dirilis Rabu (8/7/2026). Dokumen tersebut merupakan risalah pertama sejak Kevin Warsh menjabat sebagai Ketua The Fed.
Veteran pasar Ed Yardeni menilai risalah rapat itu akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
“Kontrak berjangka Fed Funds kini mencerminkan sekitar 1,5 kali kenaikan suku bunga dalam 12 bulan ke depan. Ini merupakan perubahan tajam dibandingkan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang mendominasi selama tiga tahun terakhir. Risalah rapat akan menunjukkan sejauh mana komite benar-benar mendukung perubahan ekspektasi tersebut,” kata Yardeni.

