spot_img

Noel Aelyo Laras Kusuma , Direktur DRMA Borong 2, 5 Juta Saham di Bawah Harga Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Noel Aelyo Laras Kusuma Negara, salah seorang Direktur PT Dharma Polimetal  Tbk  (DRMA),  menambah kepemilikan atau investasi dengan memborong 2.500.000 saham perusahana terebut pada 02 Juli  2026.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen ke BEI, Senin 6 Juli 2026 , Noel Aelyo Laras Kusuma Negara membeli saham DRMA pada harga Rp760 per unit  senilai Rp1,9 miliar. Tujuan transaksi adalah investasi dengan kepemilikan saham langsung.

Sebagai catatan, pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis tanggal 2 Juli 2026, saham emiten manufaktur komponen otomotof  itu ditutup di  Rp895. Itu berarti, Noel Aelyo Laras membeli saham DRMA di bawah harga pasar. Direktur DRMA ini membeli lebih murah atau discon sebesar Rp135 per unit.

Setelah pembelian tersebut, Noel Aelyo Laras Kusuma Negara menggenggam sebanyak  79.500.000 lembar atau setara 1,69%, dari sebelumnya 77.350.000 unit atau setara 1,64%.

Pada perdagangan sesi I di BEI, Senin 6 Juli, saham  DRMA  tercatat turun 0,56% menjadi Rp890 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp895 per unit. Selama sepekan, saham DRMA naik  0,56%, Jika dibandingkan antara harga 9 Juni 2026 sebesar Rp920 per unit, maka harga saham emiten manufaktir komponen otomotof  tersebut telah turun sebesar 2,72%.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) adalah perusahaan induk dari Dharma Group yang didirikan pada tahun 1989. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Triputra Group yang bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif, terutama untuk mobil dan sepeda motor. Unit bisnisnya adalah manufaktur komponen mobil dan sepeda motor, kabel harness dan komponen listrik lainnya, plastik, alat potong presisi, pipa knalpot, dll.

Beberapa pelanggan terkenal adalah Honda, Hyundai, Toyota, Suzuki, dan perusahaan otomotif besar lainnya, baik di Indonesia dan pasar internasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru