spot_img

Saham NTBK ARA, Pasar Soroti Isu Partner Strategis dan Right Issue Rp500 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) menjadi perhatian pelaku pasar setelah beredar informasi mengenai langkah strategis di lingkungan grup perseroan. Isu tersebut muncul setelah NTBK lebih dulu mengumumkan rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue hingga Rp500 miliar.

Dalam informasi yang beredar, anak usaha NTBK disebut telah memperoleh partner strategis dari Magma Capital Resources Private Ltd. melalui PT MCR Bangun Persada untuk bisnis perdagangan mineral dan batu bara.  Kerja sama itu juga mencakup penggunaan truk listrik (EV truck) milik NTBK untuk pengangkutan dari tambang hingga pelabuhan.

Informasi tersebut menyebutkan, langkah strategis itu berpotensi membuka pengembangan pasar batu bara hingga 500.000 metrik ton per bulan. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, kombinasi right issue Rp500 miliar dan pendapatan dari perdagangan mineral serta batu bara disebut menjadi sumber pendanaan yang signifikan bagi pengembangan bisnis grup.

Abdurrahman Assegaf, salah satu pengamat pasar, menilai strategi tersebut menunjukkan NTBK tidak hanya mengandalkan pendanaan dari pasar modal.

“NTBK tidak hanya mengandalkan penggalangan dana dari pasar modal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan partner strategis yang memiliki jaringan bisnis yang lebih luas.”

Menurut Abdurrahman, masuknya partner strategis juga dinilai berpotensi memberikan nilai tambah, mulai dari percepatan ekspansi usaha, pengembangan proyek hingga peningkatan kapasitas operasional anak perusahaan.

Ia juga menyebut beberapa analis mulai berspekulasi rangkaian aksi korporasi NTBK dapat menjadi bagian dari transformasi bisnis dalam skala yang lebih besar. Di tengah kondisi pasar yang masih selektif, perusahaan yang mampu memadukan pendanaan dari pasar modal dan dukungan partner strategis umumnya memperoleh perhatian lebih dari investor institusi maupun ritel.

Sejalan dengan berkembangnya informasi tersebut, saham NTBK ditutup melonjak pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Berdasarkan data perdagangan, saham NTBK ditutup di level Rp90, naik 23 poin atau 34,33% dari penutupan sebelumnya di Rp67.

Kenaikan itu membuat saham NTBK menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada penutupan perdagangan.

Selama sesi perdagangan, saham NTBK bergerak pada kisaran Rp70-Rp90. Volume transaksi mencapai 1,24 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp102,23 miliar dan frekuensi 51.029 kali. Harga rata-rata transaksi tercatat Rp82,40, sedangkan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp243,01 miliar.

Pergerakan sepanjang pekan ini juga menunjukkan tren penguatan.  Setelah ditutup di Rp67 pada Senin (6/7/2026), saham NTBK melonjak ke Rp90 pada Selasa (7/7/2026), atau naik 34,33% dalam sehari. Dalam sepekan terakhir, saham NTBK menguat 76,47%, sedangkan secara satu bulan naik 76,47%. Secara tiga bulan saham masih menguat 32,35%, namun secara year to date (YTD) dan enam bulan masih terkoreksi 28,57%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sucor Sekuritas Optimistis IPO Semester II 2026 Bergairah, Siapkan Dua Calon Emiten Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sucor Sekuritas menilai iklim penawaran...

MSCI Masih Bekukan Saham Indonesia, Analis Desak Regulator Buktikan Reformasi Sebelum Review November

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – MSCI belum menormalkan perlakuan terhadap saham...

Borong 3 Miliar Saham Ciputra Development (CTRA), Morgan Stanley Kini Kuasai 18,40%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Morgan Stanley  And Co International PLC, telah...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru