Jumat, Desember 5, 2025
24.9 C
Jakarta

Bursa Saham Eropa Naik Tajam, Investor Lega Dengar Isyarat Kelonggaran Tarif Trump

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa menguat pada penutupan perdagangan Selasa (15/4/2025) waktu setempat. Kenaikan ini didorong harapan investor bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memberikan kelonggaran terhadap kebijakan tarif yang selama ini bikin pasar tertekan.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx 600, yang mencakup saham-saham di seluruh Eropa ditutup naik 1,6%. Di Inggris, FTSE 100 juga ikut menguat 1,5%. Sementara indeks CAC 40 Prancis naik 0,9% dan DAX Jerman menguat 1,3%.

Penguatan hari ini melanjutkan tren positif sejak awal pekan. Sehari sebelumnya, Stoxx 600 tercatat melesat 2,7%.

Sektor properti dan perbankan jadi penopang utama penguatan indeks. Kedua sektor itu naik lebih dari 2,4%, yang menunjukkan minat investor terhadap aset berisiko mulai meningkat.

Pernyataan Donald Trump pada Senin menjadi pemicu positif bagi pasar. Dalam keterangannya, Trump menyebut sedang mempertimbangkan “membantu beberapa perusahaan mobil” di tengah penerapan tarif impor mobil sebesar 25%. Hal ini memberi sinyal kemungkinan pelonggaran kebijakan tarif secara lebih luas.

Namun tak semua saham bersinar. Saham LVMH, perusahaan barang mewah asal Prancis, justru anjlok sekitar 7,7% setelah mencatat penurunan penjualan yang tak terduga pada kuartal pertama.

Pasar Eropa sebenarnya sudah dibuka optimistis sejak awal pekan. Sentimen didorong oleh kabar bahwa beberapa produk teknologi mendapatkan pengecualian dari tarif AS.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Menanti ‘Vonis’ The Fed Pekan Depan, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Menguat

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Sumringah! Saham Pemilik Jeep Terbang Tinggi, Isu Damai Ukraina Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berhasil menutup perdagangan...

Sinyal The Fed Pangkas Bunga Menguat, Bursa Asia Menghijau dan Saham Jepang Melesat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru