Optimisme Damai AS-Iran Memudar, Bursa Saham Eropa Berakhir Terkoreksi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (24/4/2026) waktu setempat. Ketidakpastian mengenai prospek perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu sentimen negatif bagi para investor.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,6% ke posisi 610,65. Mayoritas sektor regional dan bursa utama terpuruk di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis merosot 0,84% ke level 8.157,82. FTSE MIB Italia melemah 0,52% ke posisi 47.656,11.

Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,75% ke level 10.379,08. DAX Jerman turun tipis 0,11% ke posisi 24.128,98. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol jatuh 1,09% ke level 17.691,30.

Sektor pertambangan mencatatkan kerugian terbesar dengan penurunan 1,7%. Sebaliknya, sektor teknologi justru melawan arus dengan penguatan 1,4%. Saham raksasa perangkat lunak asal Jerman, SAP, melonjak 4,7%. Perusahaan melaporkan kenaikan laba operasional hampir 17% dan pertumbuhan pendapatan cloud sebesar 19%.

Christian Klein, CEO SAP, mengungkapkan strategi perusahaan menghadapi perkembangan teknologi. Pihaknya berencana mengalokasikan lebih banyak dana untuk inovasi kecerdasan buatan.

“Perusahaan ini memiliki posisi unik untuk menang dalam AI bisnis,” ujar Klein dalam wawancara dengan CNBC “Squawk Box Europe”. Ia menambahkan pihaknya akan “melipatgandakan dan menginvestasikan kembali” lebih banyak uang untuk tujuan tersebut.

Saham Novo Nordisk juga naik lebih dari 5%. Data menunjukkan obat penurun berat badan mereka, Wegovy, masih mendominasi pasar AS. Wegovy mencatatkan 18.000 resep pada minggu kedua peluncurannya. Angka ini jauh di atas pesaingnya, Foundayo milik Eli Lilly, yang hanya meraih 3.700 resep.

Kinerja buruk dialami produsen mobil Perancis, Renault, dengan saham yang turun 3,6%. Penjualan kuartal pertama mereka merosot 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, pendapatan grup masih naik 7,3% mencapai 12,5 miliar Euro atau setara USD 14,6 miliar.

Pasar terbebani oleh ketegangan di Timur Tengah. Presiden Donald Trump memberikan pernyataan mendinginkan harapan kesepakatan jangka panjang dengan Iran. Trump merespons pertanyaan wartawan terkait akhir konflik tersebut.

“Jangan mendesak saya,” ujar Trump. Ia menegaskan tidak akan menetapkan “jadwal” kapan perang tersebut akan berakhir.

Situasi semakin memanas setelah militer AS dilaporkan memeriksa kapal tanker di Samudra Hindia. Kapal tersebut diduga membawa minyak Iran. Kondisi ini membuat harga minyak mentah Brent naik menjadi USD 105,65 per barel dan WTI ke level USD 96,12 per barel.

Di sisi ekonomi makro, indeks iklim bisnis Ifo Jerman turun ke level 84,4 pada April. Ini merupakan level terendah sejak awal pandemi Covid-19 pada Mei 2020. Penurunan ini mengindikasikan perang Iran mulai membebani prospek ekonomi Jerman secara signifikan.

Kabar baik datang dari Inggris dengan kenaikan penjualan ritel sebesar 0,7% pada Maret. Angka ini melampaui perkiraan para ekonom yang memprediksi kenaikan 0,1%. Namun, kepercayaan konsumen di Perancis justru merosot ke titik terendah dalam hampir tiga tahun terakhir.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Berpeluang Rebound Terbatas, Intip 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas Hari Ini! Ada CUAN dan TPIA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Saham Intel Melejit 23%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

IHSG Berpotensi Rebound ke 7.350, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ BULL, CDIA hingga TOBA!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru