spot_img

Esa Medika Mandiri (EMMI) Resmi Menjadi Bagian Keluarga Besar Emiten di BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), Florian Chris Widjaja, mengatakan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (08/7/2026) menjadi tonggak penting perjalanan Perseroan. Hal itu disampaikan Florian dalam sambutan menjelang seremoni pembukaan pencatatan saham EMMI di Gedung BEI, Rabu (08/7/2026).

“Pencatatan saham EMMI ini menjadi momen penting bagi perusahaan terbuka untuk semakin transparan,  akuntabel, mendorong ekspansi usaha, dan meningkatkan etos kerja guna memberikan nilai tambah bagi investor,” katanya.

Perseroan ke depan terus berupaya untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan guna memberikan kontribusi positif bagi industri kesehatan. “Hari ini kami menjadi bagian dari keluarga besar emiten di BEI,” katanya.

Florian menegaskan, status perusahaan terbuka akan mendorong Perseroan untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi dan mempercepat membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri.

Esa Media hari ini, Rabu (08/7/2026) mencatatkan saham perdana di BEI.  Perusahaan penyedia solusi alat kesehatan terintegrasi ini menggunakan kode saham EMMI. Pencatatan ini menandai langkah strategis Perseroan memasuki babak baru sebagai perusahaan terbuka di sektor alat kesehatan Indonesia.

Melalui Initial Public Offering (IPO), EMMI menerbitkan 522,86 juta saham baru. Jumlah tersebut mewakili sekitar 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham EMMI ditawarkan pada harga Rp470 per saham sehingga Perseroan memperoleh tambahan modal Rp245,74 miliar.

Bersamaan dengan IPO tersebut, Perseroan juga menggelar Program Alokasi Saham Pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 5,447 juta saham atau setara 1,04% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO.

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk tiga kebutuhan utama. Pertama, sebesar Rp50 miliar dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman Perseroan. Kedua, sekitar 6,4% digunakan untuk belanja modal berupa pembangunan gedung pabrik di Cikupa. Ketiga, sisanya sebesar 72,3% dimanfaatkan sebagai modal kerja Perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pertahankan Pengendalian, Cakra Bhakti Para Putra Tambah Porsi Kepemilikan Saham ISSP

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Cakra Bhakti Para Putra, pemegang saham pengendali...

Status Emerging Market Terancam, BEI Minta Dialog dengan S&P DJI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru