spot_img

Investor Perorangan Ini Lepas Seluruh Kepemilikan Saham EPAC, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sahada Wijaya, pemegang saham perorangan PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) telah menjual  seluruh sahamnya yakni sebanyak 225.400.000  lembar atau setara 6,82% saham emiten manufaktur kemasan fleksibel ini melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 18 Mei 2026.

Seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI,  Rabu 20 Mei 2026,  Sahada Wijaya menjual saham EPAC pada harga Rp12 per lembar sehingga berhasil mengantongi keuntungan sebesar Rp2,7 miliar.

Harga saham EPAC pada perdagangan di BEI,  Senin 18 Mei 2026 ditutup di level Rp75 per unit. Itu berarti, Suhada menjual saham EPAC lebih rendah Rp63 per saham. Penjualan saham EPAC di bawah harga pasar atau terdiskon 84%.

Tujuan Suhada Wijaya melepas kepemilikan di EPAC adalah strategi portofolio investasi di perusahaan produsen kemasan fleksibel tersebut. Setelah transaksi ini Suhada pun tidak lagi memiliki saham Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC).

Pada perdagangan di BEI, Rabu 20 Mei 2026, saham EPAC tercatat turun 2,74% menjadi Rp71 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp73 per unit. Selama periode sepekan, harga saham EPAC telah turun 6,57%. Jika dibandingkan harga 21 April 2026 di Rp76 per unit terhadap penutupan kemarin, maka saham emiten produsen kemasan fleksibel tersebut telah meningkat sebesar 6,57%.

Seperti diketahui, PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) merupakan perusahaan penyedia multiplatform untuk kebutuhan kemasan fleksibel. Ini adalah bagian dari jaringan global dengan perusahaan induk Singapura bernama ePac flexibles Asia Pte. Ltd. Epack menawarkan layanan film, roto dan digital printing, laminasi, pembuatan kantong, dan roll-stock yang disesuaikan. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hari ini, BUMI Mulai Tawarkan Obligasi Rp1,839 Triliun, Bunga 7,50%-9,05% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mulai melakukan...

OJK: BPD Tetap Tumbuh Solid di Tengah Persaingan Industri Perbankan Nasional

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Industri Bank Pembangunan Daerah (BPD) menunjukkan kinerja...

Charoen Pokphand (CPIN) Tebar Dividen Jumbo Rp2,95 Triliun, Investor Dapat Rp180 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT Charoen...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru