Kamis, Juli 25, 2024
26.7 C
Jakarta

Laba Bersih Melesat 23,7% pada 2022, PP Presisi Bidik Kontrak Baru Rp7 Triliun Tahun Ini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba bersih konsolidasian secara audit sebesar Rp182 miliar pada 2022. Angka ini meningkat 23,7% dibandingkan sekitar Rp147 miliar realisasi laba bersih konsolidasian pada periode yang sama tahun 2021.

Menurut Rully Noviandar, Direktur Utama PP Presisi, peningkatan laba bersih konsolidasian Perusahaan Jasa Konstruksi dan Pertambangan berbasis alat berat terkemuka di Indonesia tersebut seiring dengan peningkatan pendapatan sebesar 29,5% dari Rp2,8 triliun menjadi Rp 3,6 triliun. Kenaikan pendapatan Perseroan didukung oleh lonjakan pendapatan mining services sebesar 26% YoY dari 9% (2021) menjadi 34% (2022). Itu  antara lain merupakan pendapatan yang didapatkan secara berkesinambungan pada proyek Hauling Road Weda Bay dan proyek Hengjaya Mineralindo.

Rully mengatakan, pendapatan Perseroan diantaranya berasal dari lini bisnis Civil Work. Kontribusi segmen bisnis Civil Work terhadap pendapatan Perseroan antara lain datang dari kontrak baru atas pengerjaan Jalan Tol Serang Panimban, Pekerjaan Tambah Bandara Kediri, Saringan Sampah Sungai Ciliwung, Peningkatan Jalan Empunala Mojokerto serta beberapa kontrak lainnya.

“Pendapatan lainnya juga disumbang dari lini bisnis supporting pada proyek Data Center BCA, proyek AEON Deltamas, proyek Sonic Camp Weda Bay dan proyek lain-lain,” ujar Rully, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/3/2023).

Ia menambahkan, selama tahun 2022, PP Presisi meraih kontrak baru sebesar Rp5,2 triliun. Mayoritas kontrak baru Perseroan, lanjut dia, diperoleh dari jasa pertambangan dengan besaran mencapai 55%. Kemudian, dari civil work sebesar 41%. Adapun sisanya, disumbang oleh lini bisnis supporting (production plant, struture work dan rental equipment) sebesar 4%.

“Seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia dan peningkatan market pada jasa konstruksi dan pertambangan yang didukung oleh kebijakan Pemerintah, PP Presisi terus berupaya dalam meningkatkan positioning Perseroan sebagai main contractor pada jasa konstruksi maupun jasa pertambangan,” terang Rully.

Tahun ini, lanjutnya, PP Presisi menargetkan perolehan kontrak baru meningkat 20%-30%. Itu setara dengan Rp6 trilliun hingga Rp7 trilliun. “Dengan peningkatan perolehan kontrak baru pada jasa pertambangan lebih dari 50%. Kontrak-kontrak baru tersebut akan memberikan kontribusi positif bagi pendapatan dan pertumbuhan perusahaan pada tahun-tahun mendatang,” tegas Rully.

Posisi keuangan, demikian Arif Iswahyudi, Direktur Keuangan, Manrisk & Legal PP Presisi, juga mengalami penguatan. Itu ditandai dengan peningkatan ratio profitabilitas dimana ratio ROA meningkat dari 2,09% menjadi 2,39% serta ROE meningkat dari 4,9% menjadi 5,8%. Current ratio PP Presisi naik dari 1,16 menjadi 1,29.

“Total asset kami juga meningkat dari Rp7 triliun menjadi Rp7,5 triliun YoY, seiring dengan pembelian alat berat yang digunakan untuk mendukung proyek jasa pertambangan. Namun kami tetap menjaga rasio keuangan kami tetap optimal dengan rasio DER Interest Bearing 0,75,” urai Arif.

Arif berharap, kinerja dan perolehan kontrak baru Perseroan pada segmen usaha jasa pertambangan terus meningkat pada tahun berikutnya. “Dan menjadi sumber recurring income yang dapat meningkatkan pertumbuhan berkelanjutan”, tutup Arif.

Artikel Terkait

Harga Saham Tembus Rp10.000, Begini Respon Bos BCA Soal Stock Split!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Bank Central Asia...

Buat Modal Kerja, GOTO Siap Gelar Private Placement 120,14 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk...

Meski Sempat Naik, IHSG Kembali Berakhir Melemah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru