STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Aksi korporasi ini bertujuan menjalankan program kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan atau Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).
Manajemen SSIA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 235.262.472 saham baru. Jumlah ini setara dengan 5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Saat ini, jumlah saham SSIA yang telah ditempatkan dan disetor penuh mencapai 4.705.249.440 saham. Jika program ini berjalan sepenuhnya, jumlah saham akan meningkat menjadi 4.940.511.912 saham.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan. SSIA ingin menyelaraskan kepentingan manajemen dengan pemegang saham. Hal ini diharapkan bisa memacu kinerja dan menjaga loyalitas karyawan berprestasi.
Untuk memuluskan rencana ini, SSIA akan meminta restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di Hotel Gran Melià, Jakarta.
Harga pelaksanaan saham MESOP ditetapkan paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham SSIA. Perhitungan diambil selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum permohonan pencatatan saham dilakukan.
Pelaksanaan hak opsi ini akan dibagi dalam tiga tahap:
- Tahap I: Mulai 1 November 2026 dan 1 Mei 2027 (masing-masing 30 hari bursa).
- Tahap II: Mulai 1 Mei 2027 dan 1 November 2027 (masing-masing 30 hari bursa).
- Tahap III: Mulai 1 Mei 2028 dan 1 November 2028 (masing-masing 30 hari bursa).
Seluruh periode pemberian hak opsi ini direncanakan berlangsung sejak November 2026 hingga Juni 2031. Saham baru ini memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen dan suara dalam RUPS.
Aksi korporasi ini akan memberikan dampak dilusi kepada pemegang saham lama. Jika seluruh hak opsi dilaksanakan, persentase kepemilikan pemegang saham saat ini akan turun secara proporsional sebesar 4,77%.
Dana yang terkumpul dari program ini akan digunakan untuk memperkuat modal perusahaan. SSIA berencana mengalokasikan dana untuk kebutuhan operasional dan pengembangan usaha. Selain itu, maksimal 50% dana akan disalurkan kepada entitas anak melalui setoran modal atau pinjaman.
Direktur SSIA, Sonny Satia Negara, menegaskan tanggung jawab penuh atas kebenaran informasi ini. “Setiap informasi material terkait Rencana Transaksi yang terdapat dalam Keterbukaan Informasi ini adalah benar dan tidak terdapat fakta material lain yang tidak diungkapkan,” tulis manajemen dalam dokumen resminya.
Beberapa entitas anak yang akan mendapatkan dukungan dana antara lain PT Suryacipta Swadaya (SCS), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRC), dan PT Surya Internusa Hotels (SIH). Program ini diharapkan memperkuat struktur keuangan grup SSIA dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, SSIA bergerak di berbagai bidang usaha. Mulai dari pengembangan kawasan industri, properti komersial, jasa konstruksi, hingga perhotelan. Seluruh kegiatan usaha ini dijalankan melalui penyertaan pada entitas anak.
Corporate Secretary SSIA, Yulean, menyampaikan bahwa informasi ini merupakan perubahan atas keterbukaan informasi sebelumnya yang terbit pada 13 Mei 2026. Perseroan berkomitmen mematuhi seluruh peraturan OJK dan Bursa Efek Indonesia dalam setiap tahapannya.

