spot_img

Sama-Sama Melantai di BEI Besok, JECX dan JELI Tawarkan Cerita Bisnis Berbeda

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dua calon emiten, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI), dijadwalkan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 7 Juli 2026. Meski melantai di hari yang sama, kedua perusahaan datang dari sektor dan model bisnis yang berbeda.

JECX bergerak di sektor kesehatan, khususnya layanan rumah sakit dan klinik mata. Sementara JELI merupakan produsen makanan dan minuman penutup dengan merek utama INACO.

Berdasarkan data yang dikutip Senin (6/7/2026), JECX menawarkan 487.983.500 saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan Rp1.250 per saham, sehingga perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp609,98 miliar.

Adapun JELI melepas 266.000.000 saham atau 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran dipatok Rp900 per saham, sehingga dana yang dihimpun mencapai Rp239,4 miliar.

Dari sisi bisnis, JECX merupakan pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics yang berdiri sejak 1984. Perseroan mengoperasikan 5 rumah sakit khusus mata dan 11 klinik mata di berbagai wilayah Indonesia. Ekspansi dilakukan melalui pembangunan fasilitas baru, merger, akuisisi, serta kemitraan strategis untuk memperluas layanan kesehatan mata.

Grup JEC memiliki visi mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup masyarakat. Misinya antara lain memberikan pelayanan klinis berstandar internasional, menghadirkan teknologi mutakhir, serta mengembangkan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan.

Sumber Prospektus JECX dan JELI

Sementara itu, JELI dikenal sebagai produsen makanan dan minuman berbasis kelapa melalui merek INACO. Perseroan berdiri sejak 1990 dan menjadi salah satu pelopor produk nata de coco di Indonesia. Selain nata de coco, JELI juga memproduksi jeli mini, puding, serta minuman siap saji seperti I’m Coco dan Jelly Drink.

JELI menyebut jaringan distribusinya telah menjangkau 251 titik distribusi di dalam negeri. Produk perseroan juga telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat. Perseroan juga menargetkan perluasan pasar ke Afrika dan Eropa pada 2026.

Dari sisi kepemilikan saham yang dilepas ke publik, JELI menawarkan porsi lebih besar, yakni 21,01%, sedangkan JECX melepas 15% saham. Namun dari nilai dana yang dihimpun, JECX lebih besar karena harga penawarannya mencapai Rp1.250 per saham, dibandingkan JELI sebesar Rp900 per saham.

Kedua perusahaan juga memiliki jadwal IPO yang sama. Masa penawaran umum berlangsung pada 1–3 Juli 2026, penjatahan dilakukan pada 3 Juli 2026, distribusi saham secara elektronik pada 6 Juli 2026, dan pencatatan saham di BEI dijadwalkan pada 7 Juli 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

WIKA Beton (WTON) Kantongi Kontrak Rp153 Miliar dari Proyek NPEA Pelindo

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA...

Genjot UMKM, Bank Mandiri (BMRI) Kucurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...

IHSG Ditutup Menguat 0,69% ke 5.916,070, Bursa Asia Bervariasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru