back to top

Mau Private Placement 2,447 Miliar Saham, MDKA Gelar RUPSLB pada 12 Juni 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) III atau private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,447 miliar saham dengan nominal Rp20 per unit.

Jumlah PMTHMETD ini mencapai 10% dari saham disetor Perseroan sebanyak 24.472.987.77 unit. Pelaksanaan private placement atau PMTHMETD dilakukan setelah Perseroan meminta persetujuan kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) MDKA pada 12 Juni 2024.

Pelaksanaan PMTHMETD tersebut akan memberikan dana tambahan bagi Perseroan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan dan memperkuat struktur permodalan Perseroan. Selain itu, pelaksanaan PMTHMETD III juga akan meningkatkan jumlah saham yang dikeluarkan Perseroan, sehingga dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan di bursa.

Direksi MDKA dalam prospektus tambahan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) yang disampaikan ke BEI, Rabu (5/6/2024) mengatakan, dana hasil PMTHMETD,  sebesar 30% untuk kebutuhan modal kerja  Perseroan dan Grup Perseroan, dan 70% untuk pengembangan usaha Perseroan dan Grup Perseroan, baik dalam bentuk belanja modal atau pembelian saham dan atau pembelian aset dan atau penyertaan saham.

Total liabilitas MDKA  per Maret 2024 sebesar US$2,09 miliar, turun 4,74% dari US$2,2 miliar per Desember 2023. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar US$888,50 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar US$1,207 miliar. Sementara jumlah aset dan ekuitas emiten produsen emas, perak, tembaga, dan mineral itu per Maret 2024, masing-masing,  sebesar US$4,9 miliar dan US$2,82 miliar. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Catat 37 Emisi Obligasi Raup Rp41,41 Triliun, Ada 20 Penerbitan Baru Masuk Pipeline

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas...

Tiga Emiten Raup Rp3,75 Triliun dari Rights Issue, Satu Perusahaan Properti Masih Antre

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada...

BEI Catat 7 Perusahaan dalam Pipeline IPO, Sektor Keuangan Paling Dominan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru