WSBP Rugi Bersih Rp144,71 Miliar di Kuartal I 2026, Membengkak 65,55%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp144,71 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini membengkak 65,55% jika dibandingkan rugi bersih Rp87,41 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 yang tidak diaudit, pendapatan usaha WSBP mencapai Rp395,10 miliar. Perolehan ini naik tipis 0,10% dari Rp394,71 miliar pada kuartal I 2025.

Kontributor utama pendapatan berasal dari jasa konstruksi senilai Rp155,46 miliar. Selain itu, produk precast menyumbang Rp142,86 miliar serta readymix dan quarry sebesar Rp96,77 miliar. Penjualan kepada pihak berelasi mendominasi pendapatan usaha dengan porsi mencapai 61,50%.

Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan WSBP naik 8,85% menjadi Rp345,71 miliar dari Rp317,59 miliar tahun sebelumnya. Alhasil, laba kotor Perseroan menyusut 35,95% menjadi Rp49,39 miliar dibanding Rp77,11 miliar pada Maret 2025.

Peningkatan rugi bersih juga dipicu oleh kenaikan beban keuangan menjadi Rp77,34 miliar dari Rp67,62 miliar. Di sisi lain, manajemen berhasil melakukan efisiensi pada beban operasional. Beban umum dan administrasi terpangkas menjadi Rp82,73 miliar dari sebelumnya Rp106,53 miliar. Beban penjualan juga turun menjadi Rp23,44 miliar dari Rp29,67 miliar.

Dari sisi neraca, total aset WSBP per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp2,95 triliun. Jumlah ini turun 3,59% dari posisi Desember 2025 senilai Rp3,06 triliun. Aset lancar mendominasi dengan nilai Rp860,87 miliar, sementara aset tidak lancar mencapai Rp2,08 triliun.

Liabilitas Perseroan naik menjadi Rp5,06 triliun dari Rp5,02 triliun pada akhir 2025. Kondisi ini menyebabkan WSBP masih mengalami defisiensi ekuitas sebesar Rp2,11 triliun.

Untuk memperbaiki kinerja, manajemen menetapkan target perolehan nilai kontrak baru tahun 2026 sebesar Rp2,64 triliun. Perseroan juga menargetkan pendapatan usaha Rp2,08 triliun sepanjang tahun ini. Langkah efisiensi terus dilakukan dengan target pemangkasan beban umum dan administrasi sebesar 10% dari rencana awal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Naik 54,8%, BUMN Karya Ini Sukses Pangkas Rugi Bersih 45,59% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)...

Terbitkan Obligasi & Sukuk Jumbo Rp5,62 Triliun, MBMA Alokasikan Mayoritas Dana untuk Bayar Utang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)...

Hasil RUPO: WIKA Kantongi Restu Tunda Bayar Bunga dan Perpanjang Jatuh Tempo Obligasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru