BEI Awasi Ketat Perdagangan Saham Pyridam Farma, Mengapa?

STOCWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)  karena harganya bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Menurut Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman tertulis, Jumat (27/9/2024), pengawasan ketat atas saham PYFA dilakukan Bursa karena mengalami peningkatan harga yang signifikan di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

Yulianto mengklaim, informasi ini disampaikan dalam rangka perlindungan bagi investor. “Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” katanya.

Menurut Yulianto, informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat (PYFA) adalah informasi tanggal 11 September 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penjelasan atas volatilitas transaksi.

Terkait pergerakan harga saham di luar kebiasaan itu, Yulianto meminta kepada investor untuk memperhatikan jawaban manajemen  PYFA atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga saham tersebut. Investor juga diminta mencermati saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.

Yulianto berharap investor mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor juga perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi atas saham PYFA. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Divestasi 0,06% Saham TRJA , Damai Investama Sukses Cuan Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Damai Investama Sukses, salah satu pemegang...

Harga Meroket 30,92%, BEI Suspensi Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara...

Mahar Atanta Sembiring Mundur dari Direktur Apexindo, Efektif Pasca RUPS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru