spot_img

Konflik Iran-Israel Memanas, Harga Minyak Dunia Sempat Terbang 5%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia bergerak fluktuatif pada akhir perdagangan Senin (8/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (9/6/2026) WIB. Harga si emas hitam sempat melonjak tajam sebelum akhirnya sedikit melandai. Situasi ini dipicu oleh aksi saling serang antara militer Iran dan Israel.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 1,17 USD atau 1,25%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 94,25 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,76 USD atau 0,84%. Minyak WTI berakhir pada posisi 91,30 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak sempat melompat lebih dari 5% pada awal sesi perdagangan. Lonjakan terjadi setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel. Aksi ini merupakan balasan atas kampanye militer Israel di Lebanon.

Peristiwa tersebut menandai serangan pertama sejak kesepakatan gencatan senjata pada April lalu. Pasukan Pertahanan Israel merespons dengan menyerang target militer di wilayah barat dan tengah Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha mencegah kekerasan semakin meluas. Melalui media sosial, Trump menyebut Israel dan Iran sedang berupaya mencapai kesepakatan damai. Ia juga menyatakan negosiasi AS dengan Iran untuk kesepakatan akhir terus berjalan.

Namun, pernyataan berbeda datang dari pihak Teheran. Seorang pejabat Iran yang terlibat dalam pembicaraan damai memberikan keterangannya kepada MS NOW. “Kesepakatan dengan Presiden Trump tidak lagi layak pada tahap ini,” ujar pejabat tersebut.

Ketua Parlemen Iran, MB Ghalibaf, menilai Amerika Serikat dan Israel telah melanggar perjanjian. Ia merujuk pada blokade angkatan laut AS dan serangan Israel di wilayah Lebanon.

“Blokade angkatan laut AS dan serangan Israel di Lebanon adalah pelanggaran gencatan senjata April,” tegas Ghalibaf. Ia juga menyebut aset-aset AS dan Israel di kawasan tersebut kini menjadi target yang sah.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan telah menghentikan serangan untuk sementara waktu. Meski demikian, Netanyahu menegaskan kewaspadaan negaranya tidak akan menurun. 

“Pertempuran melawan Iran dan Hizbullah belum berakhir,” ungkap Netanyahu.

Kementerian Luar Negeri Iran kemudian menyampaikan militer mereka telah mengakhiri operasi serangan terhadap Israel. Namun, mereka mengancam akan kembali angkat senjata jika Israel tetap menyerang Lebanon. Kabar ini membuat harga minyak turun dari level tertingginya pada hari itu.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan organisasi negara pengekspor minyak. OPEC+ menyetujui kenaikan target produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Juli mendatang.

Langkah ini menjadi kenaikan kuota produksi keempat sejak penutupan Selat Hormuz. Angka kenaikan ini setara dengan target bulan Juni. Sebelumnya, target sempat berada di angka 206.000 barel per hari pada April dan Mei sebelum Uni Emirat Arab keluar dari organisasi tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Menguat Tipis, Gencatan Senjata Israel-Iran Redakan Tekanan Pasar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia kembali stabil pada...

Suku Bunga AS Berpotensi Naik Lagi, Harga Emas Terperosok di Tengah Perang Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada perdagangan Jumat...

OPEC+ Kembali Kerek Produksi, Harga Minyak Dunia Merosot 2%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 2% pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru