spot_img

Harga Emas Menguat Tipis, Gencatan Senjata Israel-Iran Redakan Tekanan Pasar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia kembali stabil pada perdagangan Senin (8/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (9/6/2026) WIB. Logam mulia ini berhasil bangkit dari level terendahnya seiring munculnya harapan gencatan senjata antara Israel dan Iran. Namun, penguatan emas masih tertahan oleh data lapangan kerja Amerika Serikat (AS) yang kuat.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,33% menjadi USD 4.343,03 per ons troi. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak Maret di posisi USD 4.268,39 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus juga menguat tipis 0,05% ke level USD 4.367,30 per ons troi.

Indeks S&P 500 (SPX) di Bursa Efek New York juga naik 0,30% dan berakhir di posisi 7.405,73. Indeks komposit Nasdaq (IXIC) menguat 0,86% menjadi 25.929,66. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) justru turun 80,77 poin atau 0,16% ke level 50.786,01.

Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan terbaru. Trump menyebut Israel dan Iran sedang mencari cara melakukan gencatan senjata segera. Menurutnya, negosiasi perdamaian saat ini sedang berlangsung.

Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan analisanya. Ia melihat pasar merespons positif kabar diplomatik tersebut.

“Kami bangkit dari posisi terendah luar negeri hanya karena berita mungkin ada gencatan senjata baru antara Iran dan Israel. Jadi itu telah menghilangkan sedikit tekanan dari sisi penurunan,” ujar Peter Grant.

Biasanya, investor membeli emas sebagai aset aman saat terjadi perang. Kesepakatan damai bisa menurunkan risiko inflasi akibat harga energi dan mengurangi beban bank sentral untuk menjaga suku bunga tinggi. Suku bunga yang tinggi cenderung merugikan emas karena emas tidak memberikan bunga.

Di sisi lain, penguatan harga emas dibatasi oleh keperkasaan dolar AS. Mata uang Greenback ini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Hal ini dipicu oleh laporan tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Kondisi tersebut memperbesar peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The Fed di akhir tahun. Berdasarkan alat FedWatch CME Group, pelaku pasar kini melihat peluang 43% untuk kenaikan suku bunga pada Desember. Angka ini naik drastis dari hanya 14% pada bulan lalu.

Han Tan, Chief Market Analyst di Bybit, memproyeksi pergerakan harga emas selanjutnya. Ia menilai data inflasi akan menjadi kunci utama bagi langkah The Fed ke depan.

“Emas selanjutnya mungkin menguji garis USD 4.000 yang penting secara psikologis untuk dukungan kritis jika pasar menerima cetakan IHK yang lebih panas dari perkiraan minggu ini, atau FOMC yang sangat hawkish minggu depan,” kata Han Tan.

Tren beragam juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 1% menjadi USD 68,52 per ons troi. Namun, harga platinum turun 1,3% ke posisi USD 1.752,87 dan paladium juga merosot 1,3% ke level Rp USD 1.209,29 per ons troi.

Dari pasar saham, sektor chip menjadi motor penggerak utama Nasdaq dan S&P 500. Meski begitu, Brian Kersmanc, Manajer Portofolio di GQG Partners, merasa ragu dengan keberlanjutan tren kenaikan saham teknologi tersebut.

“Masalahnya secara jangka panjang adalah keberlanjutan. Jadi, seberapa jauh hal ini bertahan secara jangka panjang?” tanya Brian Kersmanc.

Kersmanc membandingkan lonjakan harga chip memori yang naik 15 kali lipat dengan harga energi. Menurutnya, kondisi ini perlu dicermati lebih mendalam oleh para investor.

Kini, perhatian pasar tertuju pada data indeks harga konsumen (IHK) Mei yang akan rilis Rabu waktu setempat. Selain itu, pelaku pasar menantikan debut publik perusahaan SpaceX milik Elon Musk pada hari Jumat. Penawaran saham perdana ini disebut akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Wall Street.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas, Harga Minyak Dunia Sempat Terbang 5%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia bergerak fluktuatif pada...

Suku Bunga AS Berpotensi Naik Lagi, Harga Emas Terperosok di Tengah Perang Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada perdagangan Jumat...

OPEC+ Kembali Kerek Produksi, Harga Minyak Dunia Merosot 2%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 2% pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru