STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp11,47 triliun kuartal III 2025 (Juli-September), meningkat sebesar 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), EBITDA yang dinormalisasi tumbuh sebesar 24% YoY mencapai Rp5,40 triliun dan laba bersih melonjak 288% YoY mencapai Rp1,15 triliun.
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi dalam siaran pers, Kamis 13 November 2025 mengatakan, kuartal ketiga 2025 menandai fase penting bagi XLSMART dalam mewujudkan integrasi pasca merger.
“Kami berhasil mencatat pertumbuhan yang solid, didukung oleh momentum pasca merger yang kuat dengan fokus pada efisiensi jaringan, efisiensi operasional serta pertumbuhan yang berkualitas,” ujarnya.
Rajeev menambahkan, proses integrasi jaringan juga berjalan sesuai rencana, dengan implementasi integrasi dan percepatan penggelaran jaringan yang mendorong perluasan cakupan sekaligus peningkatan kualitas layanan. Perseroan berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan potensi sinergi pasca integrasi senilai sekitar 150 hingga 200 juta dolar AS pada 2025 melalui penyatuan pusat operasional , efisiensi aset jaringan, serta kolaborasi dengan ZTE dan Huawei.
Hingga kuartal ketiga ini, total jumlah pelanggan XLSMART mencapai 79,6 juta, dengan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) sekitar Rp39 ribu. Kenaikan ARPU ini sejalan dengan peningkatan pengalaman pelanggan hasil dari proses integrasi jaringan yang telah berjalan efektif, serta lonjakan pengguna aktif aplikasi myXL, AXISNet, dan mySmartfren mencapai 39,1 juta pengguna aktif.
Menurut Rajeev, segmen mobile menjadi kontributor utama pendapatan, sementara bisnis enterprise dan home juga menunjukkan penguatan. Melalui “XLSMART for Business”, perusahaan mampu memperluas layanan digital di bidang IoT, cloud, dan keamanan siber. Adapun produk XL Satu di segmen rumah tangga kini berhasil menjangkau hampir satu juta pelanggan broadband.
Secara operasional, XLSmart mengelola lebih dari 209 ribu BTS, naik 27% YoY, dengan trafik layanan meningkat 53% menjadi 3.903 petabyte. Integrasi jaringan juga meningkatkan kecepatan unduh hingga 71% dan memperluas jangkauan Smartfren di 192 kota baru.
Pada akhir kuartal III 2025, XLSmart mencatat free cash flow sebesar Rp9,41 triliun atau naik 23%, dengan belanja modal (capex) mencapai Rp 4,26 triliun. Manajemen Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan memastikan sinergi pasca-merger memberi nilai nyata bagi pelanggan dan pemegang saham di masa mendatang. (konrad)
