back to top

Wall Street Mendadak Tersungkur, Dow Anjlok 400 Poin Gara-Gara Crypto Ambles

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat menutup perdagangan awal pekan dengan wajah muram. Wall Street kompak melemah pada sesi perdagangan Senin (1/12/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (2/12/2025) WIB. Penurunan ini terjadi seiring merosotnya pasar mata uang kripto. Volatilitas pasar tampaknya masih berlanjut memasuki bulan perdagangan Desember.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York 427,09 poin atau 0,9% menjadi 47.289,33. Indeks S&P 500 (SPX) tercatat turun 0,53% dan berakhir di level 6.812,63. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, terkikis 0,38% dan finis di angka 23.275,92.

Ketiga indeks utama tersebut harus mengakhiri tren positif mereka. Sebelumnya, Wall Street sukses mencatatkan kemenangan selama lima hari berturut-turut.

Biang keladi penurunan ini mengarah pada Bitcoin. Mata uang kripto andalan tersebut anjlok sekitar 6%. Harganya diperdagangkan di bawah US$86.000.

Kondisi ini memberikan tekanan jual pada pasar saham. Ini merupakan hari terburuk bagi Bitcoin sejak bulan Maret lalu.

Mata uang digital ini sempat jatuh di bawah US$90.000 akhir bulan lalu. Sejak saat itu, Bitcoin kesulitan untuk kembali bertahan di atas angka tersebut.

Saham-saham yang berkaitan dengan kripto langsung terkena imbasnya. Coinbase dan MicroStrategy jatuh cukup dalam pada sesi Senin.

Aksi ambil untung juga terlihat pada saham teknologi kecerdasan buatan (AI). Saham Broadcom dan Super Micro Computer masing-masing turun lebih dari 4% dan 1%.

Meski begitu, tidak semua saham teknologi memerah. Saham Nvidia justru naik lebih dari 1%. Saham Synopsys juga melonjak setelah Nvidia mengumumkan investasi di perusahaan tersebut.

Kabar baik datang dari sektor ritel di luar teknologi. Saham Ulta dan Walmart bergerak maju. Musim belanja liburan yang mulai memanas menjadi pendorong utamanya.

ETF Ritel SPDR S&P State Street (XRT) bahkan melawan tren penurunan pasar. Dana yang diperdagangkan di bursa ini mendorong keuntungan lima harinya di atas 6%.

Wall Street sebenarnya baru saja melewati minggu yang kuat. Dow dan S&P 500 sempat melonjak lebih dari 3%. Nasdaq bahkan reli mendekati 5% pekan lalu.

Namun, pasar berubah menjadi turbulen sepanjang November. Nasdaq sempat turun 1,5% dan mematahkan kenaikan tujuh bulan beruntun. Keraguan sempat menyelimuti valuasi saham AI.

Kini, faktor musiman berpihak pada Wall Street saat perdagangan Desember dimulai. S&P 500 rata-rata mencatat kenaikan lebih dari 1% di bulan Desember berdasarkan catatan sejarah sejak 1950.

Robert Schein, Kepala Investasi di Blanke Schein Wealth Management, memberikan pandangannya terkait situasi pasar saat ini.

“Saham-saham sedang mengalami periode pencernaan,” ujar Robert Schein.

Ia tetap optimis terhadap fundamental pasar ke depannya. Rencana bank sentral AS menjadi salah satu alasannya.

“Namun kami berpikir latar belakang saham tetap kuat saat ini, terutama mengingat tingginya kemungkinan Federal Reserve akan memangkas suku bunga lagi minggu depan,” lanjut Schein.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perang Timur Tengah Makin Panas, Bursa Saham Eropa Rontok Berjamaah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Abaikan Perang Iran, Wall Street Melesat Berjamaah! Indeks Dow Jones Lompat 200 Poin Lebih

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru