STOCKWATCH.ID (HAWTHORNE) – SpaceX milik Elon Musk menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar USD 135 per lembar. Perusahaan roket ini berencana mengumpulkan dana dalam jumlah besar dengan nilai valuasi mencapai USD 1,77 triliun.
Mengutip CNBC International, penetapan harga ini tergolong tidak lazim. SpaceX menawarkan harga tetap USD 135 tanpa memberikan rentang harga seperti IPO pada umumnya. Investor hanya memiliki pilihan untuk menerima atau menolak harga tersebut.
Lise Buyer, pendiri konsultan IPO Class V Group memberikan komentarnya terkait kebijakan harga ini. “Elon telah mendikte harganya, dan, dengan asumsi investor menyetujuinya, Anda bisa mencentang kotak tersebut,” ujar Lise.
Namun, Lise menambahkan proses pembagian saham tetap harus dilakukan dengan hati-hati. “Namun seseorang tetap harus menentukan ke mana saham-saham tersebut akan dialokasikan,” kata Lise.
SpaceX berencana menutup pesanan saham pada Rabu waktu setempat. Hal ini bertujuan agar perusahaan memiliki lebih banyak waktu untuk mengalokasikan saham pada hari Kamis. Informasi tersebut diperoleh dari sumber yang mengetahui masalah ini.
Seluruh saham IPO SpaceX bernilai sekitar USD 75 miliar. Saham-saham ini harus didistribusikan kepada penjamin emisi dan manajer aset sebelum perdagangan dimulai pada Jumat.
Satu hal yang menarik perhatian adalah target alokasi untuk investor ritel. SpaceX membidik 30% saham untuk investor ritel atau sekitar USD 22,5 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dari jatah ritel IPO biasanya yang hanya 5% hingga 10%.
Platform pialang seperti Charles Schwab, Fidelity, Robinhood, SoFi, dan E-Trade dari Morgan Stanley akan menyediakan saham ini bagi investor. Namun, kepastian alokasi akhir baru bisa diketahui setelah pemesanan ditutup.
Terkait valuasi, angka USD 1,77 triliun milik SpaceX menjadi sorotan. Tahun lalu, perusahaan mencatat pendapatan USD 18,7 miliar. Namun, SpaceX masih mencatat rugi operasional sebesar USD 4,2 miliar.
Valuasi ini dianggap sangat tinggi jika dibandingkan perusahaan triliun dolar lainnya. Micron memiliki pendapatan terkecil sebesar USD 58 miliar. Sementara Tesla, perusahaan Musk lainnya, memiliki laba bersih USD 3,8 miliar pada 2025.
Lise menilai angka-angka tersebut sulit dihitung secara logis oleh investor. “Ini tidak seperti investor sedang berada di rumah dan menghitung matematika. Tidak ada hitungan matematika yang masuk akal sama sekali,” jelas Lise.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SpaceX belum memberikan tanggapan resmi terkait rincian proses IPO tersebut. Langkah SpaceX ini sangat dinanti karena akan menjadi salah satu IPO terbesar sepanjang sejarah Wall Street

