STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT RMK Energy Tbk (RMKE) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penurunan tajam harga sahamnya. Penurunan ini mencapai 23,14% dalam kurun waktu empat hari perdagangan.
Dikutip dari keterbukaan informasi Kamis (11/6/2026), manajemen menjelaskan volatilitas transaksi ini terjadi pada periode 5 sampai 8 Juni 2026. Dalam periode tersebut, harga saham RMKE merosot kumulatif sebesar Rp560.
Jika dibandingkan dengan harga penutupan bursa pada 4 Juni 2026 yang berada di level Rp2.420, harga saham RMKE jatuh menjadi Rp1.860 per lembar. Penurunan ini dibarengi dengan menciutnya aktivitas transaksi di pasar.
Rata-rata volume transaksi pada periode 5-8 Juni 2026 turun menjadi 26,8 juta saham. Frekuensi transaksi juga berkurang menjadi rata-rata 3.103 kali.
Padahal, pada hari bursa 4 Juni 2026, aktivitas transaksi masih sangat tinggi. Saat itu, volume perdagangan mencapai 52,5 juta saham dengan frekuensi sebanyak 5.864 kali.
Direktur RMKE, Vincent Saputra mengungkapkan perusahaan telah menyampaikan seluruh informasi material kepada publik. “Perseroan memiliki beberapa rencana transaksi yang termasuk informasi atau fakta material yang telah diungkapkan kepada publik melalui Keterbukaan Informasi,” ujar Vincent.
Informasi material tersebut mencakup rencana pemecahan saham dan revisi jadwalnya yang diumumkan pada 20 Mei 2026. Selain itu, manajemen juga telah menginfokan rencana pembagian dividen tunai pada 25 Mei 2026 serta koreksinya pada 2 Juni 2026.
Vincent menegaskan tidak ada informasi atau fakta material lain yang belum diungkap ke publik. Ia menyatakan perusahaan tidak mengetahui adanya informasi yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal selain yang sudah dilaporkan.
Terkait rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, RMKE memastikan hanya akan melakukan agenda yang sudah diumumkan. Salah satunya adalah pemecahan nilai nominal saham yang akan berdampak pada pencatatan saham di bursa dalam tiga bulan ke depan.
Mengenai kepemilikan saham, Vincent menyebut pemegang saham utama saat ini tidak memiliki rencana yang akan mengubah porsi kepemilikan mereka. Perusahaan juga tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang perlu dilaporkan sesuai aturan OJK.
Penjelasan ini disampaikan RMKE untuk menjawab surat permintaan penjelasan dari BEI nomor S-06640/BEI.PP1/06-2026. Surat tersebut dilayangkan otoritas bursa pada 9 Juni 2026 menyusul volatilitas transaksi efek perusahaan yang cukup tinggi.

