back to top

BEI Pantau Ketat Transaksi Empat Saham Jelang Akhir 2025, Ternyata Ini Penyebabnya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyalakan radar pengawasannya menjelang penutupan perdagangan tahun 2025. Otoritas bursa memasukkan empat saham sekaligus ke dalam daftar di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA) pada perdagangan Senin (29/12/2025). Langkah ini diambil lantaran pergerakan harga dan pola transaksi saham-saham tersebut dinilai tidak wajar.

P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Rendy Ridwansyah, mengonfirmasi pemantauan ketat tersebut. Pihaknya menilai langkah ini sangat penting demi memberikan perlindungan bagi para investor di pasar modal.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” tegas Rendy dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (29/12/2025).

Empat emiten yang masuk radar UMA kali ini memiliki penyebab yang bervariasi. Pertama, saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST) dipantau karena adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar. Informasi terakhir dari NEST tercatat pada 10 Desember 2025 perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham NEST tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tambah Rendy.

Kedua, saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) masuk daftar UMA karena lonjakan harga yang signifikan. Perusahaan ini terakhir memberikan informasi pada 19 Desember 2025. Informasi tersebut terkait pembelian atau penjualan aset yang sifatnya penting.

Ketiga, nasib berbeda dialami PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB). Saham ini terkena status UMA justru karena penurunan harga yang dinilai di luar kebiasaan. Publikasi terakhir PJHB tercatat pada 9 Desember 2025 mengenai laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Terakhir, saham PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX) juga diawasi ketat. Saham LMAX mengalami peningkatan harga yang tidak wajar. Emiten ini terakhir kali menyampaikan informasi pada 10 November 202

Harga Saham

Pergerakan harga saham-saham tersaebut di lantai bursa berlangsung variatif pada perdagangan Rabu (24/12/2025). Beberapa saham mencatatkan kenaikan signifikan. Namun, ada pula yang harus rela terkoreksi cukup dalam.

Nasib kurang beruntung dialami oleh NEST. Saham ini berakhir melemah pada penutupan pasar. Harganya turun Rp 16 atau 4,57% menjadi Rp 334 per lembar. NEST sempat dibuka pada harga Rp 350. Saham ini bergerak pada rentang harga tertinggi Rp 364 dan terendah Rp 334. Volume perdagangan tercatat sebanyak 14.127.500 lembar. Nilai kapitalisasi pasarnya kini sebesar Rp 1.373.575.000.000. Harga terendah hari ini sekaligus mendekati harga terendah tahun berjalan. Sepanjang tahun ini, NEST pernah menyentuh level tertinggi Rp 555 pada 6 Februari 2025. Sementara harga terendah berada di Rp 242 pada 9 April 2025. Kisaran harga 52 minggu terakhir berada di level Rp 224 hingga Rp 580.

Berbanding terbalik, saham LEAD justru tampil perkasa. Harganya melonjak Rp 12 atau 9,60% ke level Rp 137 per lembar. LEAD mengawali perdagangan di harga Rp 130. Pergerakan harian mencatatkan harga tertinggi Rp 165 dan terendah Rp 126. Aktivitas transaksi sangat ramai dengan volume perdagangan menembus 1.054.738.600 lembar. Harga penutupan ini menjadi level tertinggi tahun berjalan yang sebelumnya juga tercatat di Rp 137. Harga terendah tahun ini pernah berada di Rp 63 pada 24 Maret 2025. Rentang harga 52 minggu LEAD berada di angka Rp 61 hingga Rp 165. Kapitalisasi pasar LEAD saat ini mencapai Rp 794.547.436.936.

Tekanan jual cukup besar melanda saham PJHB. Saham ini anjlok Rp 38 atau setara 14,73% menjadi Rp 220 per lembar. PJHB dibuka pada harga Rp 234 pagi tadi. Saham ini sempat menyentuh harga tertinggi Rp 238 sebelum tertekan ke level terendah Rp 220. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 196.310.200 lembar. Harga penutupan Rp 220 ini merupakan level terendah baru untuk tahun berjalan. Sebelumnya, harga tertinggi tahun ini sempat mencapai Rp 1.000 pada 12 November 2025. Kisaran harga 52 minggu terakhir adalah Rp 220 sampai Rp 1.085. Nilai kapitalisasi pasar PJHB kini menyusut menjadi Rp 422.400.000.000.

Sementara itu, LMAX mencatatkan kinerja gemilang. Saham ini naik Rp 15 atau 10,00% ke posisi Rp 165 per lembar. LMAX dibuka di level Rp 152. Pergerakan harga berkisar antara terendah Rp 145 dan tertinggi Rp 165. Volume perdagangan tercatat sebesar 8.777.400 lembar. Penutupan di harga Rp 165 ini menyamai harga tertinggi tahun berjalan. Sebaliknya, harga terendah tahun ini pernah menyentuh Rp 26 pada 4 Maret 2025. Rentang harga 52 minggu LMAX berada di Rp 25 hingga Rp 165. Kapitalisasi pasarnya kini tercatat sebesar Rp 107.251.447.876.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direktur AKRA Jual 2,114 Juta Lembar Saham Perusahaan Senilai Rp2,85 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Vembu...

OJK Dorong Partisipasi Lintas Sektor Jasa Keuangan, Perbesar Kembali Alokasi Dana Institusi ke Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong sinergi...

Hati-Hati! BEI Tengah Awasi Pola Gerak Saham Sunson Textile yang Mencurigakan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, saat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru