Rugi Bersih BBSS Menyusut 4,21% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) mencatatkan penurunan rugi bersih sebesar 4,21% pada periode tiga bulan pertama yang berakhir 31 Maret 2026. Perseroan membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp472,09 juta, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp492,83 juta.

Laporan keuangan konsolidasian yang dirilis di Surabaya, 24 April 2026, menunjukkan rugi per saham dasar BBSS tetap stabil pada angka Rp0,10. Penurunan rugi ini terjadi di tengah koreksi pendapatan usaha Perseroan.

Pendapatan BBSS hingga 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp152,22 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 8,05% jika disandingkan dengan pendapatan periode 31 Maret 2025 yang mencapai Rp165,56 juta.

Seluruh pendapatan Perseroan berasal dari lini bisnis sewa gudang. PT FCM Crushing Equipment menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp33,33 juta. Diikuti oleh Indra Mustomo sebesar Rp20 juta dan Giri Bayu Kusuma senilai Rp30 juta.

Manajemen berhasil menekan sejumlah beban untuk menjaga kinerja keuangan. Beban pokok penjualan atau beban langsung turun menjadi Rp18,33 juta dari sebelumnya Rp23,33 juta. Penurunan ini berasal dari penyusutan aset properti investasi.

Selain itu, beban umum dan administrasi juga mengalami efisiensi tipis. Biaya ini tercatat sebesar Rp609,10 juta, turun dari posisi sebelumnya Rp618,47 juta pada kuartal I 2025. Komponen biaya ini meliputi gaji, tunjangan, iuran keanggotaan, hingga jasa profesional.

Dari sisi neraca, total aset BBSS per 31 Maret 2026 mencapai Rp249,21 miliar. Posisi ini sedikit menurun dibandingkan total aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp249,72 miliar. Aset lancar tercatat Rp84,83 miliar, sedangkan aset tidak lancar mencapai Rp164,38 miliar.

Properti investasi milik Perseroan tercatat senilai Rp8,21 miliar. Sementara itu, akun tanah belum dikembangkan masih menjadi aset terbesar dengan nilai buku Rp155,97 miliar. Tanah ini berlokasi di Desa Prambangan, Gresik.

Jumlah liabilitas Perseroan per akhir Maret 2026 berada di angka Rp3,59 miliar. Liabilitas jangka pendek mendominasi sebesar Rp779,55 juta, yang terdiri dari utang pajak dan uang jaminan. Adapun liabilitas jangka panjang mencapai Rp2,81 miliar, termasuk pendapatan sewa diterima dimuka.

Hingga 31 Maret 2026, total ekuitas BBSS tercatat sebesar Rp245,63 miliar. Perseroan memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh senilai Rp96 miliar. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya tercatat defisit sebesar Rp3,91 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Mark Dynamics (MARK) Melejit 19,16% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)...

PGLI Pangkas Rugi Bersih 69,85% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk...

Kepala BP BUMN Apresiasi Kinerja Hutama Karya: Cetak Laba Rp3,09 Triliun dan Pangkas Utang 15,9%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru