Rabu, Januari 21, 2026
27.4 C
Jakarta

Bank Indonesia Perkirakan Ekonomi Nasional Tumbuh 4,9-5,7% pada 2026, Ini Penopangnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi meningkat dalam kisaran 4,9-5,7% pada tahun 2026. Perkiraan ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 dalam kisaran 4,7-5,5%. Hal itu dikemukakan Hal itu dikemukakan Perry Warjiyo, Gubernur BI, di Jakarta Rabu (21/1/2026).

Perry mengemukakan, perkirakan pertubuhan ekonomi tahun ini ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Efektivitas berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja,” katanya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) pada 20-21 Januari 2026.

Investasi juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian.

BI terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Perry menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.

Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan didorong kenaikan permintaan domestik.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perry Warjiyo Akui Usulkan Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo...

Beberkan Penyebab Rupiah Melemah, Gubernur BI Ungkap Jurus Jaga Stabilitas Mata Uang Garuda

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan...

Sekali Lagi, BI-Rate Tetap 4,75%, Pertahankan Stabilitas Ekonomi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru