STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Emiten pengembang properti, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) membukukan laba yang yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,30 triliun (Rp101,14 per saham) pada 2025, tumbuh 15,26% jika dibandingkan Rp1,13 triliun (Rp87,5 per saham) pada tahun 2024.
Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 yang diumumkan, Jumat 27 Februari 2026, pendapatan konsolidasi JRPT naik sebesar 11,09% menjadi Rp3,27 triliun pada 2025 dari Rp2,94 triliun pada tahun 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan JRPT selama tahun 2025 adalah penjualan kavling tanah, unit bangunan dan kondominium yakn sebesar Rp2,29 triliun, Jumlah tersebut sekitar 69,98% dari total pendapatan Perseroan tahun lalu.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan (BPP) SILO juga naik sebesar 11,27% menjadi Rp1,45 triliun pada 2023, dari Rp1,31 triliun pada tahun 2024. Namun, laba kotor emiten pengembang properti tersebut meningkat 10,95% menjadi Rp1,82 triliun pada 2025 dibanding Rp1,63 triliun pada tahun 2024.
Setelah dikurangi beban usaha, emiten pengembang properti beraset Rp15,23 triliun per Desember 2025 itu meraih laba usaha Rp1,37 triliun pada 2025. Pencapaian ini tumbuh 10,49% dari Rp1,24 triliun pada 2024. (konrad)
