spot_img

Ekspansi ke Bisnis Permen Gummy, ADES Siapkan Investasi Rp46,2 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Akasha Wira International Tbk (ADES) berencana menambah kegiatan usaha baru di bidang industri kembang gula. Emiten ini akan fokus memproduksi varian produk gummy atau permen jeli.

Manajemen ADES menyiapkan total investasi sebesar Rp46,2 miliar untuk memuluskan rencana tersebut. Dana ini dialokasikan untuk pembelian tanah senilai Rp4,4 miliar dan bangunan Rp4 miliar. Porsi terbesar digunakan untuk pengadaan mesin produksi sebesar Rp37,6 miliar.

Pabrik baru ini berlokasi di Jalan Raya Cikande Rangkasbitung KM 10, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Seluruh kebutuhan modal investasi tersebut akan dibiayai menggunakan kas internal perusahaan.

Langkah ekspansi ini menyasar pasar gummy dengan dua konsep utama, yaitu indulgent gummy dan functional gummy. Target pasar utamanya adalah konsumen usia 6-35 tahun yang tinggal di wilayah perkotaan.

“Konsep indulgent menawarkan rasa premium dengan struktur biaya bahan baku yang efisien. Sedangkan aspek functional memberikan nilai tambah kesehatan pada produk melalui kandungan vitamin atau zat aktif,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Budi, Edy, Saptono dan Rekan (KJPP BEST) telah melakukan studi kelayakan terhadap rencana ini. Hasil kajian menunjukkan pengembangan usaha tersebut layak untuk dijalankan.

Berdasarkan analisis keuangan, proyek ini memiliki nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp216,4 miliar. Tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) tercatat sangat tinggi mencapai 159,92%.

Masa balik modal atau Payback Period (PP) diperkirakan berlangsung selama 1 tahun 9 bulan. Sementara itu, rata-rata Break Even Point (BEP) berada di angka Rp39,6 miliar atau 18,00% dari nilai penjualan.

Bisnis permen jeli ini diproyeksi menyumbang pendapatan sebesar Rp41,6 miliar pada tahun pertama di 2026. Penjualan diperkirakan terus meningkat hingga mencapai Rp335,2 miliar pada 2030. Laba bersih dari unit usaha ini diprediksi sebesar Rp12,1 miliar pada 2026 dan melesat jadi Rp110,2 miliar di akhir 2030.

Potensi pasar permen jeli di Indonesia tergolong besar. Nilai pasar gummy nasional pada 2026 diperkirakan mencapai kisaran USD 850 juta hingga USD 950 juta atau setara Rp13,6 triliun sampai Rp15,2 triliun.

Untuk mengelola bisnis baru ini, ADES akan merekrut 63 tenaga kerja baru. Perusahaan juga menunjuk Rinaldi sebagai Factory Manager yang memiliki pengalaman luas di industri gula dan kembang gula selama puluhan tahun.

Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 17 Juni 2026. Jika disetujui, pelaksanaan pengembangan usaha mulai dilakukan secara bertahap pada Agustus 2026.

Saat ini, ADES yang dipimpin oleh Presiden Direktur Wihardjo Hadiseputro telah memiliki beberapa lini bisnis. Bisnis tersebut meliputi industri air minum dalam kemasan, roti, kosmetik, hingga perdagangan besar. Direktur ADES, Fany Soegiarto, memastikan rencana ekspansi ini tidak mengandung benturan kepentingan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ubah Strategi Bisnis, Lancartama Sejati (TAMA) Batalkan Rencana Jual Aset

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) memutuskan...

Terseret Isu Pemeriksaan Pegawai Maybank, Begini Penjelasan Manajemen Salim Ivomas (SIMP)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)...

AMAN Absen Bagi Dividen, Laba Rp58,8 Miliar Fokus Buat Bangun Gudang dan Olah Lahan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru