STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, Space Exploration Technologies Corp (SpaceX), mengukir sejarah baru di pasar modal. Saham SpaceX melonjak 19% pada debut perdananya di bursa Nasdaq, Jumat (12/6/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (13/6/2026) WIB.
Mengutip CNBC, saham SpaceX menutup perdagangan di level USD 160,95. Angka ini membawa nilai valuasi perusahaan mencapai USD 2,1 triliun. Pencapaian ini terjadi setelah SpaceX melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) terbesar sepanjang sejarah.
Perusahaan melepas saham ke publik dengan harga perdana USD 150 per lembar. SpaceX menggunakan kode saham SPCX. Dalam IPO ini, perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar USD 75 miliar.
Harga saham sempat menyentuh level tertinggi di angka USD 176,52 pada hari yang sama. Transaksi perdagangan sangat aktif dengan volume lebih dari 500 juta lembar saham. Jumlah ini hampir menyamai rekor hari pertama saham Facebook pada 2012 silam.
Elon Musk dan President sekaligus COO SpaceX, Gwynne Shotwell, memimpin prosesi pembukaan perdagangan. Musk merayakan momen ini dari Texas. Sementara itu, Shotwell berada langsung di gedung Nasdaq, New York City.
Dalam sebuah siaran langsung bersama JPMorgan Chase sebelum IPO, Musk memberikan pernyataan mengenai kondisi keuangan perusahaan. Ia menyebut bisnisnya sudah menunjukkan kinerja positif.
“SpaceX sudah positif arus kas sejak sekitar 2015,” ujar Musk.
Ia menjelaskan alasan utama membawa SpaceX melantai di bursa saham saat ini. Musk membutuhkan modal besar untuk rencana ekspansi di masa depan.
“Fase pertumbuhan yang signifikan,” kata Musk menjelaskan tujuannya.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk meluncurkan lebih dari 100,000 satelit komunikasi ke orbit bumi. Selain itu, SpaceX berencana membangun pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence) di luar angkasa.
SpaceX awalnya dikenal sebagai pembuat roket yang bisa digunakan kembali. Saat ini, divisi internet satelit Starlink menjadi satu-satunya bagian bisnis yang menghasilkan laba.
Perusahaan ini juga semakin besar setelah mengakuisisi perusahaan rintisan milik Musk lainnya, xAI, pada Februari 2026. Akuisisi tersebut mencakup pusat data, model AI Grok, dan media sosial X.
Meski mencetak rekor IPO, data prospektus menunjukkan sisi lain keuangan perusahaan. SpaceX mencatat akumulasi kerugian total sebesar USD 41,3 miliar sejak berdiri tahun 2002.
Keberhasilan IPO SpaceX ini ikut memberi dampak positif pada saham Tesla. Saham produsen mobil listrik tersebut naik 1,8% ke level USD 406,43 pada Jumat. Saat ini nilai kapitalisasi pasar Tesla berada di angka USD 1,5 triliun.

