spot_img

Trump Sebut Perang Segera Usai, Keyakinan Damai AS-Iran Capai 85%

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON D.C) – Amerika Serikat (AS) dan Iran berpeluang besar menandatangani kesepakatan damai dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini menjadi titik terang untuk mengakhiri konflik panjang antar kedua negara.

Mengutip CNBC, kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan langkah-langkah pembongkaran program nuklir Iran. Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat senior pemerintahan Trump pada Jumat, (12/6/2026) waktu setempat.

Presiden Donald Trump mengungkapkan rasa optimistisnya sehari sebelum pengumuman ini. Ia menyebut AS baru saja membuat penyelesaian besar atas perang dengan Iran.

“Kami baru saja membuat penyelesaian besar atas perang dengan Iran,” ujar Trump di Ruang Oval, Gedung Putih. Ia menambahkan proses tersebut kini tinggal menunggu finalisasi dokumen.

Pejabat senior pemerintahan Trump menyebut tingkat keyakinan kesepakatan ini bakal diteken mencapai 80%-85%. Angka ini meningkat dari perkiraan sebelumnya.

“Saya mungkin akan mengatakan 75% pagi ini. Sekarang mungkin lebih mendekati 80%-85%,” ujar pejabat tersebut kepada para wartawan. Meski begitu, ia menekankan tingkat kepastiannya belum mencapai 100%.

Sistem pemerintahan di Iran dinilai sangat rumit. Terdapat perpecahan internal di dalam rezim tersebut yang menjadi tantangan dalam perundingan.

Nota kesepahaman ini bertujuan menjamin perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah. Iran diminta menghentikan pendanaan kekerasan dan bersedia menerima rezim inspeksi.

Jika Iran mematuhi seluruh poin kesepakatan, mereka akan mendapatkan bantuan ekonomi yang signifikan. AS bakal melonggarkan sanksi jangka panjang dan mencairkan aset-aset Iran yang membeku.

Manfaat ekonomi tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. “Manfaat tersebut hanya akan diperoleh jika mereka benar-benar melaksanakannya,” tegas pejabat tersebut.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, ikut memberikan pernyataan senada. Sebagai pihak yang membantu negosiasi, Sharif menyebut naskah akhir yang disepakati sudah tercapai.

“Perdamaian belum pernah sedekat ini seperti sekarang,” tulis Sharif dalam unggahan di media sosial X. Saat ini, Pakistan bekerja sama dengan kedua belah pihak untuk menyelesaikan langkah-langkah berikutnya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menyatakan nota kesepahaman ini sudah sangat dekat untuk disahkan. Namun, lokasi penandatanganan hingga kini belum ditentukan.

Di sisi lain, Trump sempat mengecam informasi yang beredar di publik mengenai isi draf kesepakatan. Melalui unggahan di Truth Social, ia menegaskan laporan yang beredar tidak ada hubungannya dengan poin-poin yang sudah disepakati secara tertulis.

Terkait sikap sekutu, AS memperkirakan Israel dan negara-negara kawasan lainnya akan ikut mendukung. Pejabat AS menekankan setiap negara tetap memiliki hak untuk membela diri.

“Apa yang kami harapkan adalah jika kami mampu membuat semua orang berpartisipasi dalam proses perdamaian, maka semua orang akan melakukan hal yang sama,” kata pejabat tersebut

- Advertisement -

Artikel Terkait

AS-Iran Sepakati Nota Kesepahaman Akhiri Perang, Selat Hormuz Dijadwalkan Dibuka Kembali

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) Pasar keuangan global merespons positif kesepakatan awal...

AS – Iran Capai Kesepakatan Awal, Wapres JD Vance Sebut Masih Banyak Detail yang Harus Dirampungkan

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance,...

Saham Eropa Tertinggal 7% dari Pasar Global, Goldman Sachs Ungkap 3 Penyebab Utamanya

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Kinerja bursa saham Eropa sedang lesu...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru