STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Emiten perkebunan kelapa sawit terintegrasi, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatat kinerja keuangan impresif sepanjang tahun 2025. Pendapatan dan laba Perseroan tumbuh solid tahun lalu.
Menurut laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Senin 9 Maret 2026, laba STAA yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas mencapai Rp1,6 triliun (Rp147 per saham) pada 2025, tumbuh 25,27% jika dibandingkan Rp1,28 triliun (Rp118 per saham) pada 2024.
Pertumbuhan laba emiten perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi ini terutama karena didukung oleh pendapatan bersih yang melonjak 50,15% menjadi Rp9,66 triliun pada 2025, dari Rp6,43 triliun pada tahun 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan STAA tahun 2025 dari penjualan produk turunan kelapa sawit yakni Rp4,91 triliun, sekitar 50,78% dari total pendapatan Perseroan. Adapun penjualan produk kelapa sawit mengkontribusi Rp4,75 triliun.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan STAA juga naik lebih tinggi dari pendapatan yakni sebesar 52,82% menjadi Rp6.50 triliun pada 2025, dari Rp4,25 triliun pada tahun 2024. Namun, laba kotor Perseroan melambung 44,95% menjadi Rp3,16 triliun pada 2025, dibanding Rp2,18 triliun pada tahun 2024.
Di sisi lain, beban penjualan dan distribusi STAA juga membengkak 155,69%, dari Rp266,80 miliar pada 2024, menjadi Rp682,20 miliar pada tahun 2025. Adapun beban umum dan administrasi naik 9,1% menjadi Rp215,37 miliar di 2025, dari Rp197,,39 miliar pada 2024. Meski begitu, Laba usaha STAA melesat 26,77% menjadi Rp2,36 triliun pada 2025, dibandingkan Rp1,86 triliun pada tahun 2024.
Dari sisi neraca keuangan, STAA memiliki total aset sebesar Rp9,56 triliun pada 2025, naik 18,3% dari Rp8,08 triliun pada 2024. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas STAA, masing-masing sebesar Rp2,56 triliun dan Rp7 triliun. (konrad)
