STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Raksasa ekosistem digital Tanah Air, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), mematok target fantastis untuk pedoman kinerja sepanjang tahun 2026. Perseroan menargetkan EBITDA Grup yang disesuaikan menembus Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Angka proyeksi ini melonjak tajam 59% sampai 69% secara tahunan (Year on Year/YoY). Langkah agresif ini diambil setelah GoTo sukses mencetak rekor kinerja finansial dan operasional yang gemilang sepanjang tahun buku 2025.
Proyeksi keuntungan tahun 2026 akan ditopang oleh dua mesin utama perusahaan. Unit usaha Financial Technology (FinTech) ditargetkan menyumbang keuntungan sekitar Rp1,4 triliun sampai Rp1,5 triliun.
Sementara itu, unit On-Demand Services (ODS) diproyeksikan mencetak laba operasional Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun. Target ini disusun berdasarkan kondisi pasar saat ini dengan mempertimbangkan faktor makroekonomi dan dinamika persaingan.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, sangat optimistis melihat tren positif perusahaan. Ia menyoroti potensi besar dari layanan yang menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik,” ucap Hans di Jakarta, Rabu (11/3).
Optimisme GoTo mematok target tinggi pada 2026 berakar dari capaian luar biasa sepanjang 2025. Perseroan berhasil mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp2 triliun.
Angka ini melampaui pedoman awal perusahaan yang hanya berada di kisaran Rp1,8 triliun hingga Rp1,9 triliun. Realisasi ini meroket hingga 713% dibandingkan tahun 2024. Khusus pada kuartal keempat 2025 saja, GoTo sukses meraup untung operasional Rp672 miliar.
Kinerja cemerlang ini sejalan dengan kenaikan Nilai Transaksi Bruto (GTV) Inti Grup. Sepanjang 2025, GTV Inti melesat 49% YoY menjadi Rp400 triliun. Pada kuartal empat, GTV Inti tumbuh 57% menyentuh Rp124 triliun.
Lonjakan transaksi ini didorong oleh bertambahnya jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU). Tercatat ada 66 juta pengguna aktif ekosistem GoTo, naik 24% dari tahun sebelumnya. Total GTV Grup secara keseluruhan juga naik 32% menjadi Rp686 triliun setahun penuh.
Dari sisi top-line, pendapatan bersih Grup ikut terkerek naik 24% menjadi Rp18,3 triliun. Perusahaan juga sukses membukukan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp966 miliar selama 2025. Selain itu, GoTo menerima imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia sebesar Rp820 miliar.
Keberhasilan mencetak arus kas positif menjadi bukti kesehatan finansial perusahaan yang semakin prima. Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menilai capaian ini merupakan buah dari efisiensi biaya.
“Kinerja kami mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan dan meningkatkan profitabilitas,” ujar Simon.
Menelisik lebih dalam, unit Financial Technology tampil sangat impresif sepanjang 2025. Unit bisnis ini mencetak rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp497 miliar. Pencapaian ini menandai tren keuntungan FinTech selama lima kuartal berturut-turut.
Pendapatan bersih FinTech meroket 62% YoY menjadi Rp5,8 triliun. Lonjakan ini didorong oleh bisnis pinjaman konsumen yang nilai bukunya membengkak 68% menjadi Rp8,8 triliun.
Pendapatan dari sektor pinjaman sendiri meraup Rp3,8 triliun atau meroket 95%. Perseroan mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses underwriting untuk menjaga kualitas kredit tetap sehat di tengah ekspansi.
Unit bisnis On-Demand Services (ODS) juga tak mau kalah unjuk gigi. Lini bisnis yang menaungi layanan ojek online dan pesan-antar makanan ini mencetak EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp1,4 triliun. Angka ini melompat 105% dibandingkan tahun 2024.
Pendapatan bersih ODS naik 16% menjadi Rp12,6 triliun. Layanan mobilitas menyumbang pendapatan Rp3,13 triliun dengan pertumbuhan 15%. Sedangkan layanan pesan-antar (delivery) mendominasi pendapatan sebesar Rp9,46 triliun.
Pertumbuhan pesat ODS sangat terbantu oleh integrasi teknologi AI. Teknologi ini terbukti sukses meningkatkan konversi konsumen, memperluas visibilitas pencarian, hingga menaikkan nilai belanja per transaksi.
Di tengah perayaan rekor laba ini, GoTo tetap menaruh perhatian pada kesejahteraan urat nadi operasional mereka. Perusahaan telah menyiapkan program Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Lebaran 2026. Sebanyak 400 ribu mitra pengemudi yang memenuhi syarat siap menerima bonus ini sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan.
