IHSG Turun Lagi 0,37% ke 7.362,117 Dipicu Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga sebagian besar saham kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Penurunan harga saham sebanyak 461 ini terus menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. IHSG pada perdagangan saham Kamis (12/3/2026) ditutup di level 7.362,117.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG hari ini turun 27,282 poin atau melemah 0,37% dari penutupan Rabu (11/3/2026) di level 7.389,399. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat naik ke level tertinggi harian di 7.436,497 dan terendah di 7.323,742.

Kembali turunnya IHSG hari ini dipicu oleh harga saham 461 emiten yang berakhir melemah. Sementara sebanyak 211 emiten ditutup naik dan 149 saham emiten tidak mengalami perubahan harga pada Kamis (12/3/2026).

Total volume perdagangan mencapai 26,815 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,384 triliun dan frekuensi 1.610.561 kali. Angka ini turun dibandingkan nilai transaksi sebesar Rp15,719 triliun, Rabu (11/3/2026). Adapun kapitalisasi pasar hari ini tercatat sebesar Rp13.150.253 triliun, turun dari Rp13.228.116 triliun, Rabu (11/3/2026).

Saham-saham unggulan (bluechips) yang berakhir melemah di antaranya adalah UNVR turun 5,50% jadi Rp1.890 per saham. BBRI turun 0,28% jadi Rp3.570, BBNI terpangkas 5,48% ke harg Rp1.465 per saham.

Selain itu, harga saham ENRG turun 5,48% jadi Rp1.465 per saham. ANTM turun 2,02% jadi Rp3.890, BIPI turun 7,69% jadi Rp216, BBRI turun 0,28% jadi Rp3.570, GOTO turun 1,75% jadi Rp56, BUMI turun 3,54% jadi Rp218, dan DEWA turun 4,21% jadi Rp410 per saham.

Sedangkan harga saham BBCA naik 1,10% jadi Rp6.900 per saham. BMRI naik 1,64% jadi Rp4.960, ITMG naik 5,62% jadi Rp27.725, ADRO naik 6,38% jadi Rp2.500, TLKM naik 0,67% jadi Rp3.020, AADI naik 5,71% jadi Rp10.175, dan MEDC naik 3,90% jadi Rp1.730 per saham.

Sementara itu, mayoritas indeks Bursa Asia pada Kamis (12/3/2026) ditutup melemah. Indeks Hang Seng, Nikkei 225, Shanghai dan Straits Times turun masing-masing 0,70%, 1,04%, 0,10% dan 0,17%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK Targetkan Pasar Modal RI Bertahan di Kategori Emerging Market MSCI

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pasar...

Superbank Gelar RUPST Perdana Pasca IPO, Tegaskan Kinerja Solid dan Tumbuh Berkelanjutan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), bank...

Toba Pulp Lestari (INRU) Lakukan PHK Masal Karyawan per 12 Mei 2026, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru